POLEMIK MASYARAKAT RIAU DAN PEMERINTAH PROVINSI RIAU TERHADAP PERKEMBANGAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI RIAU

Authors

  • I Dewa Ayu Putri Wirantari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mahendradatta – Denpasar Author

DOI:

https://doi.org/10.47532/cakrawarti.v1i1.589

Keywords:

Minyak, Sawit ISPA, Riau

Abstract

Meningkatnya permintaan pasar dunia terhadap konsumsi minyak sawit (CPO) menyebabkan pemerintah terus menerus memperluas perkebunan sawit. Riau menjadi provinsi yang memiliki luasan perkebunan sawit terbesar di Indonesia. Luas perkebunan sawit di Indonesia adalah 13,5 juta ha, dimana 2,9 juta ha ada di riau.1 Hal ini tentunya memberikan dampak tersendiri bagi masyarakat di daerah provinsi Riau.Salah satu dampak positif bagi masyarakat Riau dengan perkembangan perkebunan kelapa sawit adalah meningkatnya pendapatan dan terbukanya lapangan pekerjaan. Dampak negatifnya adalah perluasan dilakukan dengan cara membakar dan menebang hutan, yang efeknya sungguh luar biasa. Seperti yang terjadi pada tahun 2014 lalu, ketika terjadi pembakaran hutan secara besar-besaran yang dilakukan di provinsi riau mengakibatkan polusi asap yang teramat sangat menyesakkan. Efek asap tersebut tidak hanya dirasakan di daerah Riau saja melainkan daerah lain dan bahkan negara tetangga juga ikut merasakan dampak dari pembakaran hutan ini. Dari polusi asap tersebut banyak kerugian yang dirasakan oleh masyarakat, mulai dari banyaknya masyarakat yang terjangkit penyakit ISPA, tidak dapat keluar rumah, sekolah, ataupun bekerja, seluruh akses keluar daerah baik darat, laut, maupun udara tertutup akibat tebalnya asap yang menggaggu jarak pandang, yang kesemuanya berujung merugikan masyarakat baik sektor-sektor seperti pendidikan hingga sektor ekonomi

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

09-02-2026