KAJIAN METAFISIKA “RELASI KUASA” DALAM PEMIKIRAN MICHEL FOUCAULT
DOI:
https://doi.org/10.47532/cakrawarti.v2i1.584Keywords:
foucault, metafisika, kuasaAbstract
Foucault adalah filsuf pertama sesudah PD II yang berbicara tentang Nietzsche sebagai filsuf politik secara serius. Baginya segala macam klaim kebenaran adalah interpretasi atas sebuah dunia, yang sebenarnya tidak ada sebagai sesuatu yang ahistoris. Tiga faktor penting yang mempengaruhi pemikiran Foucault muda adalah, Pertama, sejarah dan filsafat pengetahuan aliran Perancis yang saat itu dipengaruhi oleh pemikiran Georges Canguilhem yang memiliki banyak pemikiran mengenai sejarah dan filsafat biologi. Kedua, linguistik yang oleh Ferdinand de Saussure dan psikologi strukturalis yang dikembangkan oleh Jacques Lacan, dan Georges Dumezil’s (seorang proto-strukturalis menekuni perbandingan agama) berpengaruh besar terhadap Foucault. Ketiga, yaitu Foucault tergila-gila dengan sastra avant-garde Perancis, terutama karya-karya Georges Bataille dan Maurice Blanchot. Secara umum, definisi kekuasaan menurut Foucault dibagi menjadi dua macam, yaitu definisi negatif dan definisi positif. Dalam definisi negatif disebutkan bahwa kuasa bukanlah melalui kekerasan atau hasil suatu persetujuan. Dalam definisi positif kekuasaan bahwa kekuasaan merupakan seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui persuasi, rangsangan, rayuan, paksaan dan larangan. Bagi Foucault kekuasaan itu produktif dan tidak bisa dipisahkan dari pengetahuan. Pengetahuan melahirkan kekuasaan, kekuasaan melahirkan pengetahuan. Pengetahuan terlembaga dan menjadi otoritas kekuasaan yang menentukan ini yang benar dan itu yang salah. Kekhasan konsep kekuasaan dari Foucault adalah bahwa kekuasaan lebih dilaksanakan daripada dimiliki, tidak melekat pada pelaku atau kepentingan, tapi menyatu dalam berbagai bentuk praktek. Pemikiran Foucault membuka kemungkinan untuk membongkar semua dominasi dan relasi kekuasaan, seperti kekuasaan dalam pengetahuan antara para pencipta diskursus, birokrat, akademisi, dan rakyat miskin jelata yang “tidak beradab” yang harus disiplinkan, diregulasi dan “dibina”. Dari kajian mengenai karya-karya foucault, nampaknya kebenaran metafisika relasi kuasa terletak dalam historical statement-nya, yang sebenarnya tidak lain untuk melanggengkan kekuasaan itu sendiri.



