ACARA BEDAH RUMAH: REDUKSI ORIENTASI HIDUP“MENJADI” KE HIDUP “MEMILIKI”

Authors

  • Ida Bagus Made Satya Wira Dananjaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar Author

DOI:

https://doi.org/10.47532/cakrawarti.v3i1.562

Keywords:

Bedah Rumah, Orientasi Hidup, Memiliki?

Abstract

Miskin atau pra sejahtera (selanjutnya akan disebut miskin untuk lawan dari kata kaya atau sejahtera) jelas bukan sebuah cita-cita terlebih tujuan hidup, melihat guncangan iklan serta sinema elektronik yang menampilkan sekat tebal antara kaya-miskin tentu kaya lebih menggoda serta menggiurkan. Fantasi kehidupan Pria kaya jatuh cinta kepada wanita miskin terlepas dari alur cerita yang sudah dapat ditebak menyiratkan suatu hasrat untuk kaya lebih ditonjolkan di televisi. Begitu juga si kaya yang baik hati ataupun jahat juga melawan karakter si miskin hampir menjadi hiasan di televisi. Karakter kaya berarti memiliki sedangkan miskin tidak memiliki. Singkatnya di dalam televisi Indonesia, kedua identitas sosio-ekonomi ini selalu dibenturkan, digesekkansekaligus pemicu keributan mikro.Memiliki berbagai fasilitas koefisien dengan merumahkan kemudahan, termasyur, elit, itulah gambaran menjadi kaya di Televisi, namun tidak berarti lawan dari kaya menjadi liyan atau bukan tokoh utama. Film Keluarga Cemara, paling tidak dapat mengusik kemapanan alur cerita konfrontasi si kaya dan si miskin. Tokoh miskin yang diperankan Abah dan keluarga mendapat sorotan kamera terbanyak tentang pernak-pernik kehidupannya.Kesederhanaan bahkan lebih kepada kekurangan,menjual makanan ringan sembari sekolah, tukang becak adalah gambaran kehidupan Abah dan keluarga. Pertanyannya kemudian begitu menjualkan kemiskinan di Televisi? atau pertanyaan yang memerlukan jawaban yang lebih teknis bagaimana miskin dapat dijual di televisi?

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

05-02-2026