MUSIK INDIE SEBAGAI PRAKTIK PERLAWANANTERHADAP RENCANA REKLAMASITELUK BENOA, BALI

Authors

  • I Dewa Gede Kusuma Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar Author

DOI:

https://doi.org/10.47532/cakrawarti.v3i1.558

Keywords:

perlawanan, reklamasi Teluk Benoa

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan musik indie sebagai gerakan antireklamasi Teluk Benoa, Kabupaten Badung, tahun 2013-2018. Ada tiga masalah yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu representasi musik indie sebagai praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, ideologi yang melatarbelakangi musik indie dalam praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, dan signifikansi praktik perlawanan musik indie terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumen, dan observasi.Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Kuasa Pengetahuan, Praktik, dan Semiotik. Analisis ini menghasilkan tiga simpulan.Pertama, dalam gerakannya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, musik indie berusaha merepresentasikan aspirasi rakyat lewat lirik-lirik lagunya yang dipentaskan dalam demo-demo antireklamasi.Lewat artikulasi pesan antireklamasi musik indie, masyarakat merasa terwakili aspirasinya dalam lagu musik indie.Kedua, ideologi yang mendasari gerakan musik indie Bali antireklamasi adalah ideologi pelestarian lingkungan dan budaya. Lirik-lirik lagu musik indie mengartikulasikan bahwa reklamasi akan merusak lingkungan dan tidak menghormati budaya Bali. Ketiga, signifikansi praktik perlawanan musik indie terlihat dari semakin intensnya aspirasi masyarakat meminta Perpres Nomor 51 Tahun 2014 segera dibatalkan sehingga rencana reklamasi bisa dibatal.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

05-02-2026