Resiliensi Tenaga Kerja Dalam Era Industri 4.0: Analisis Dari Perspektif Sosiologi Industri

Authors

  • A. A. Sagung Mirah Indukirana Universitas Mahendradatta Author
  • I Gst. Ngr. Agung Krisna Aditya Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.47532/cakrawarti.v9i1.553

Keywords:

Resiliensi tenaga kerja, Sosiologi Industri, Undang-Undang Cipta Kerja, automatisasi AI, beban kerja, sistem kontrak

Abstract

Resiliensi tenaga kerja dalam era Industri 4.0 dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti syarat rekrutmen yang ketat, beban kerja berlebih, upah stagnan, sistem kontrak kerja fleksibel, Undang-Undang Cipta Kerja, dan automatisasi kecerdasan buatan (AI). Dari perspektif Sosiologi Industri, yang menekankan dinamika sosial seperti solidaritas kelas pekerja, konflik kerja, dan reproduksi ketimpangan, tulisan ini menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut membentuk kemampuan tenaga kerja untuk beradaptasi. Syarat rekrutmen memperkuat diskriminasi kelas, sementara beban kerja dan upah yang tidak seimbang mencerminkan eksploitasi kapitalis. Undang Undang Cipta Kerja memfasilitasi fleksibilitas namun melemahkan perlindungan pekerja, sedangkan automatisasi AI mengancam pekerjaan tradisional namun membuka peluang keterampilan baru. Strategi seperti pendidikan inklusif, negosiasi kolektif, dan regulasi adil diperlukan untuk membangun resiliensi berkelanjutan, memastikan transformasi digital tidak memperburuk ketimpangan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

04-02-2026