RELEVANSI KONSEP CATUR YUGA DENGAN REALITA BERMASYARAKATDAN BERNEGARA SAAT INI
DOI:
https://doi.org/10.47532/vfj8g167Keywords:
Konsep Catur Yuga, kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat iniAbstract
Catur Yuga merupakan pembagian jaman menurut agama Hindu. Setiap jaman tersebut memiliki karakter yang berbeda. Pada jaman Satya Yuga atau Krta Yuga, kebenaran mendominasi, tidak ada orang berbuat menyimpang dari ajaran agama. Tapasya menjadi kewajiban utama pada jaman ini, dan manusia berumur panjang serta hidup dalam keharmonisan. Memasuki jaman Treta Yuga, manusia sudah mulai tertarik akan hal yang bersifat duniawi, manusia mulai meninggalkan tapasya. Pada jaman Dvapara Yuga, sifatsifat manusia mulai muncul secara perlahan, dapat dikatakan antara darma dan adarma memiliki porsi yang seimbang. Jaman yang memiliki karakter buruk adalah jaman kali. Pada jaman ini kejahatan merajalela, para pemimpin tidak lagi menjadi pelindung rakyat melainkan menjadi pencuri hak-hak rakyat dan maraknya penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat negara. Degradasi moral, dan lunturnya etika serta menurunnya kualitas spiritual menjadi indikator jaman ini. Konsep Catur Yuga banyak diulas dalam kitab-kitab Purana, meskipun terkesan seperti sebuah ramalan, namun hal ini patut dicermati dengan baik. Apabila dikaitkan dengan realita kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Indonesia pada Kali Yuga ini. Dalam Wisnu Purana dikatakan hal dapat dilakukan pada jaman kali dan mendatangkan pahala yang besar adalah dengan menyebut nama suci Tuhan berulang kali (namasmaranam). Sedangkan dalam Siwa Purana disarankan untuk membaca kitab ini dengan sepenuh hati maka seseorang akan terhindar daro dosa dan mencapai kesadaran Siva. Dengan meningkatkan bakti baik itu dengan cara sravanam, kirtanam, smaranam, padasevanam, arcanam, vandanam, dasya, sankhya, dan atmanivedanam, niscaya dapat menangkal pengaruh buruk di jaman kali.



