PENGARUH GLOBALISASI PELAKSANAAN HARI RAYA NYEPIDALAM BALI KEKINIAN
DOI:
https://doi.org/10.47532/stsvw567Keywords:
globalisasi, kekinian, penyepianAbstract
Pelaksanaan hari Raya Nyepi dilaksanakan setiap tahun sekali. Seluruh masyarakat Hindu melakukan persiapan dalam pelaksanaan tersebut,akan tetapi dalam pelaksanaannya di masing-masing daerah, umat Hindu menyambut dengan perbedaan pemahaman dan aktivitas dalam Bali kekinian dengan dipengaruhi globalisasi jaman. Jika di lihat dari pengertian Nyepi maka Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap, lenggang, tidak ada kegiatan. Kemudian Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 Januari), Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian yang di dalamnya berisi antara lain; (1) Amati Geni (tidak boleh menghidupkan api), (2) Amati Karya (tidak boleh bekerja), (3) Amati Lelungan (tidak boleh bepergian keluar rumah), (4) Amati Lelanguan (tidak boleh melaksanakan hiburan). Di dalam penelitian ini ada beberapa rumusan masalah yang di bahas oleh penulis untuk mendapatkan informasi dan tata cara dalam rangkaian pelaksanaan Catur Brata Penyepian



