SINERGI PENANGGULANGAN PENYEBARAN VIRUS CORONAPADA MASA PEMBERLAKUAN PEMBATASANKEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) DARURATDI KELURAHAN DELOD PEKEN KABUPATEN TABANAN BALI
DOI:
https://doi.org/10.47532/cws7fd52Keywords:
sinergi, covid-19, keberlanjutan, PPKM Darurat, pembatasan sosialAbstract
Pada awal 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei yang kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan. Studi kasus di Kelurahan Delod Peken, Tabanan, Bali, Indonesia menunjukkan sinergitas positif antara pemerintah pusat sampai ke pemerintah lokal dan akar rumput dalam penanggulangan pandemi ini.. Komitmen tercermin dari kepercayaan dan penerimaan yang kuat atas instruksi Presiden Joko Widodo untuk penerapan kondisi darurat Covid-19 pada tanggal 3- 20 Juli 2021. Kemauan untuk mengusahakan tercapainya kondisi penurunan angka terjangkit dan kematian menjadi kewajiban setiap pribadi, aparat dan pemerintah. Kompleksitas pelaksanaan menjadi tantangan. Belum tersedia obat dan sebaran penularan masih tinggi di Tabanan. Sinergi di wilayah ini terjadi kerena kesadaran pemerintah dan akar rumput untuk saling menjaga dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Program pemerintah untuk imunisasi vaksin 1 juta per hari menjadi solusi sementara. Sementara solusi jangka panjangnya adalah bagaimana pendidikan kesehatan sejak dini dilaksanakan dengan penerapan 5 M (mencuci tangan dengan air yang mengalir, menghindari kerumunan, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi mobilitas) dan 3T (testing, trecing, treatment)



