HADAPI PINDEMI COVID-19 DALAM PEMBERDAYAAN PEMERATAAN DIPERDESAAN DALAM MANIPOLUSDEK SEBAGAI PERSEPEKTIF PENDIDIKANPOLITIK NAWACITA JOKOWI DI ERA MILINEAL
DOI:
https://doi.org/10.47532/nbt01b40Keywords:
Tahun 2019-2021 pemerintah pusat menganggarkan Dana Desa, akibat dilema hadapi pindemi covid-19Abstract
Ketimpangan dan kemiskinan terutama di perdesaan menjadi salah satu tantangan bangsa indonesia. Dibandingkan dengan perkotaan, proporsi penduduk miskin akibat dilema hadapi pindemi covid-19 jauh lebih banyak di desa. Apalagi di desa-desa terpelosok, daerah pinggiran atau daerah tertinggal, kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Karena itu, pembangunan perdesaan menjadi prioritas. Dana Desa dengan jumlah besar disalurkan dan terus meningkat setiap tahun untuk pemberdayaan ekonomi lokal, penciptaan akses transportasi lokal dan pemenuhan infrastruktur dasa serta pembiayaan akibat dilema hadapi pindemi covid-19. Untuk menanggulangi kemiskinan akibat pindemi covid-19 diperdesaan dan mengatasi ketimpangan antar desa dan desa dengan kota, pemerintah menetapkan strategi “membangun dari pinggiran dilema hadapi pindemi covid-19” sesuai agenda Nawacita. Pemerintah yakin pembangunan berbasis perdesaan sangat penting karena bisa memperkuat fondasi perekonomian negara serta mempercepat pembrantasan kemiskinan akibat dilema hadapi pindemi covid-19 dan mengurangi kesenjangan antar wilayah. Pentingnya desa juga diakui oleh lembaga non pemerintah. Salah satunya kaloborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahtraan ( Kompak), lembaga kemitraan pemerintah indonesia dan Australia. Dalam laporan analisis kebijakan berjudul : “DANA DESA DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN AKIBAT DILEMA HADAPI PINDEMI COVID- 19”: tim ahli dari kompak menyebutkan desa mempunyai posisi strategi sebagai basis perubahan.



