TRADISI PROSES MÉSBÉS BANGKÉ ( MENCABIK MAYAT) DIBANJAR BURUAN KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATENGIANYAR BALI
DOI:
https://doi.org/10.47532/a7qzb046Keywords:
Tradisi, Proses Mésbés Bangké, Banjar BuruanAbstract
Tradisi Mesbes Bangke atau mencabik-cabik mayat yang ada di Bali. Untuk kalian yang pertama kali mendengar atau melihat bagaimana tradisi ini digelar, tentu akan membuat kalian tercengang, karena memang jasad tubuh orang yang meninggal (bangke) atau mayat dicabik-cabik oleh warga dan itu hanya ada di Banjar Buruan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Jadi sangat dimaklumi untuk warga yang belum kenal dan masih awam akan tradisi tersebut, tentu akan terkesan aneh dan mengerikan. Tentunya akan timbul pertanyaanpertanyaan dari kalian, apa benar ada tradisi mencabik mayat?. Meskipun ini merupakam tradisi yang tentunya warisan dari leluhur, tetapi ini merupakan tradisi yang ekstrim dan tidak mungkin untuk dilaksanakan oleh manusia, apa mungkin ini bisa dilaksanakan?. Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah ya, tradisi ini memang bisa dikatakan ekstrim, unik, langka dan juga kegiatan yang tidak lazim dilakukan apalagi dijadikan tradisi.



