SUBAK BERBASIS TRI HITA KARANA DALAM MELESTARIKAN DANMEMPERTAHANKAN PARIWISATA BUDAYA DI ERA MODERN DIKABUPATEN GIANYAR
DOI:
https://doi.org/10.47532/wssrgn44Keywords:
Subak, Tri Hita Karana, dan Pariwisata BudayaAbstract
Bali sebagai tempat pawisata memang mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan dengan tempat wisata lainnya, daya tarik pulau bali yang kuat adalah di bidang pariwisata mulai dari kindahan alam, keindahan pantai, beragam seni dan budaya. Salah satu keunikan yang bisa menarik wisatawan untuk datang ke pulau bali adalah pariwisata di bidang terasering atau yang dikenal dengan sistem irigasi subak. Seiring perkembangan jaman yang semakin modern, sistem irigasi tradisional sudah mulai di tinggalkan oleh sekaha penggarap dan beralih menggunakan alat yang semakin canggih. Subak berbasis Tri Hita Karana dalam Melestarikan dan Mempertahan Pariwisata Budaya di Era Modern di Kabupaten Gianyar. Pembahasan Tri Hita Karana dengan desa pakraman merupakan benteng terakhir untuk menjaga kelestarian, keamanan serta mempertahankan budaya bali Khususnya sistem irigasi subak di Kabupaten Gianyar yang sudah menjadi warisan dunia. Pelestarian Subak dilakukan dengan pembentukan awig-awig larangan penggunaan mesin dan bahan zat kimia dalam sistem irigasi subak dan awig-awig terkait alih fungsi lahan pertanian, sehingga tercapainya pariwisata subak yang berbasis Tri Hita Karana.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Raad Kertha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




