PENGEMBANGAN LEAN HERITAGE MANAGEMENT FRAMEWORK UNTUK TRANSFORMASI BERKELANJUTAN PERMUKIMAN TRADISIONAL BALI: STUDI KASUS DESA ADAT KESIMAN
DOI:
https://doi.org/10.47532/9rk8bw56Abstract
Permukiman tradisional Bali sebagai living heritage menghadapi tekanan transformasi akibat urbanisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi yang mempengaruhi aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Transformasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bentuk pemborosan (waste) yang mengurangi nilai-nilai heritage apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lean Heritage Management Framework (LHMF) sebagai model pengelolaan transformasi permukiman tradisional Bali melalui integrasi prinsip Lean Management dan Heritage Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus pada Desa Adat Kesiman, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan Framework Synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pemborosan utama, yaitu Spatial Waste, Social Waste, dan Cultural Waste, yang memengaruhi keberlanjutan nilai heritage kawasan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan LHMF yang terdiri atas komponen input, process, dan output, dengan strategi pengelolaan meliputi preserve, optimize, integrate, dan participate. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian konsep Lean Management ke dalam pengelolaan kawasan heritage melalui identifikasi waste sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian dan transformasi berkelanjutan. Framework ini diharapkan menjadi model konseptual yang mendukung pengelolaan permukiman tradisional Bali secara adaptif tanpa menghilangkan nilai budaya, sosial, dan spasial yang menjadi identitas kawasan.
References
penelitian ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada rekan-rekan peneliti dan semua pihak yang telah memberikan masukan serta dukungan selama proses penyusunan artikel ini.
DAFTAR PUSTAKA
I Komang Gede Santhyasa. (2010). Ekspresi Keruangan Budaya Lokal : Tinjauan Diakronik Spasial Permukiman Desa Adat Kesiman, Denpasar-Bali. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Wisdom, II(September), 4–13.
Luh, N., Nadya, P., Atmaja, D. M., & Treman, I. W. (2026). Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Menjadi Fasilitas Wisata di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Menggunakan Citra Historis Google Earth Pro. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial& Hukum, 4(4), 5037–5046. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/8070/6011
Nesa Saputra’ OI Made; Wardana, I Ketut; Nerawati, N. G. (2024). Eksistensi Upacara Ngeroebong di Desa Adat Kesiman Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 2(2), 306–312.
Paramita;wendyputra;Prajnawrdhi, A. (2024). Contextualization the Meaning of Peciren Bebadungan in Kori Agung of Desa and Puseh Temple Kesiman Village, Denpasar Anak. SSRN Electronic Journal, 9(2), 129–140. https://doi.org/10.2139/ssrn.4880884
Ratna Witari, Made; Widya Paramadhayaksa, I NYoman Widya; Yudantini, N. M. (2020). Variasi Pemanfaatan Tanah Pelaba Pura Dalem. Mudra, 35(1), 117–126. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/8070/6011
Sila, I Made; Wiriantari, Frysa; Wijaatmaja, A. B. (2023). Puri agung kesiman dalam perspektif kajian budaya dan arsitektur (M. P. Ida Ayu Novita Yogandewi, S.Pd. (ed.); 1st ed.). Universitas Dwijendra Press.
Suetha, I. K. (1999). Gerakan Masyarakat Sipil (Studi Kasus Padanggalak Akibat Pariwisata di Desa Adat Kesiman). Udayana.
Wiriantari, F., Sri, A. A. A., & Yulianasari, R. (2006). CHANGES IN CITY SPATIAL PATTERNS DUE TO URBAN COMMUNITY ACTIVITIES Case Study of Puri Jro Kuta , Denpasar Bali. 237–243.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 frysawiriantari, Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T., Dr. Ir. Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja, ST., MT. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




