Konsep Rumah Tumbuh Ideal Pada Lahan Sempit Di Bali
Keywords:
Rumah Tumbuh, Arsitektur Tradisional BaliAbstract
Kondisi kepadatan penduduk di bali saat ini sangat tinggi, mencapai sekitar 793-798 jiwa/km2 pada tahun 2024-2025. Menjadikannya salah satu wilayah terpadat di indonesia. Pertumbuhan pesat ini disebabkan oleh urbanisasi dan pertumbuhan pariwisata dengan tingkat konsentrasi di kota-kota di Bali. Kepadatan penduduk yang tinggi tersebut secara signifikan menurunkan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni akibat keterbatasan lahan karena melonjaknya harga properti. Kebutuhan lahan yang melampaui ketersediaan lahan memicu kompetisi tinggi, memaksa masyarakat beradaptasi dengan hunian padat atau tidak layak secara fasilitas lingkungan. Masyarakat bali yang sebelumnya mempunyai ciri khas hunian dengan arsitektur tradisional bali dimana rumah dengan bangunan yang terpisah-pisah dengan adanya natah (open space) ditengah dan sanggah di hulu menjadi sangat sulit untuk diwujudkan. Kenaikan harga tanah di bali rata-rata 7-15% per-tahun dan dengan biaya pembangunan yang terus naik setiap tahun semakin sulit dijangkau oleh masyarakat umum yang berpenghasilan upah minimum regional. Oleh karena itu solusi rumah tumbuh mutlak menjadi solusi masa depan. Hunian tumbuh adalah konsep hunian fleksibel yang dibangun bertahap sesuai kebutuhan dan anggaran yang memungkinkan penambahan ruang ke arah vertikal atau horizontal tanpa merombak total struktur dasar.
References
Glebet I Nyoman,dkk. 1986. Arsitektur Tradisional Daerah Bali. Denpasar: Depdikbud Propinsi Bali.
Saraswati, A.A. Ayu Oka. 2004. Dua Matra Harmoni Arsitektur Bali. Denpasar: Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Bali.
Suardana, I Nyoman Gde. 2011. Figur-Figur Arsitektur Bali. Denpasar: Your Inspiration Inc.
Juniastra I Made. 2016. Implementasi Nilai-Nilai Arsitektur Tradisional Bali Pada Bangunan Di Lahan Sempit. Prosiding Seminar Nasional Tradisi dalam Perubahan: Arsitektur Lokal dan Rancangan Lingkungan Terbangun - Bali, 3 November 2016.
Mochamad Isyraqi Farid, dkk. 2024. http//:siar.ums.ac.id.
Surowiyono,TW. 2002. Dasar Perencanaan Rumah Tinggal. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.
Nursyarif Agusniansyah, dkk. 2016. Konsep Pengolahan Desain Rumah Tumbuh. Modul Vol 16 no 1 januari juni 2016.
Raihan, dkk. 2020. Penerapan Konsep Rumah Tumbuh Pada Teknologi Struktur Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat). Seminar Nasional Avoer XII 2020.
Dewi, N.K.A. dan Swanendri, NM. 2007. Rancangan rumah Tumbuh Tipe KPR BTN di Kota Denpasar, Proceeding PESAT, Universitas Gunadarma, Denpasar.
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan. 2021. Dirjen Pi: Pemerintah Berkomitmen Mendorong Generasi Milenial Miliki Rumah.
Keputusan Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002. Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat.
National Affordable Housing Program (NAHP). (2021). 4 INDIKATOR RUMAH LAYAK HUNI. diakses pada 21 Januari 2024, dari http://nahp.pu.go.id/publikasi/artikel/4-indikator-rumah-layak-huni
http://kosmologidanmitologiarsitekturbali.blogspot.co.id/2012_05_01_archive.html.
http://nyakizza.blogspot.co.id/2013/07/ harmonisasi- kehidupan-dalam- konsep-tata_6753.html.
https://bsaland.co.id/rumah-tumbuh-solusi-cerdas-untuk-hunian-fleksibel/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Made Juniastra, I Made Agus Mahendra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




