PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN DI BALI SEBAGAIKONEKTIVITAS INDUSTRI PARIWISATA
Keywords:
Kota, Perencanaan Kota , Industri Pariwisata , Pariwisata baliAbstract
Pengembangan kawasan Perkotaan dewasa Ini Semakin Pesat, berbagai komponen kota menjadi sebuah keberhasilan dalam pengembangan dan penataan Kota terpadu.Perencanaan kota merupakan suatu kegiatan untuk merumuskan suatu kebijakan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah rencana kota kedepannya. Perencanaan kota akan menjadi lebih baik, jika terdapat keselarasan dan saling memahami antara kekuatan pemerintah dan swasta yang saling melengkapi satu sama lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah secara kualitatif. Data berupa literatur dan peta dikumpulkan untuk melihat tanda-tanda dan temuan di lapangan. Kemudian menyusun konsepsualisasi teoritik berdasarkan teori-teori yang ada dari variabel penelitian.Perencanaan secara keseluruhan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja melainkan harus secara sinergitas bersama dengan semua pemangku kepentingan.Disisi pemerintahan, perencanaan kota harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku bagi daerah perkotaan dan wilayah tertentu, yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat, penggunaan tanah, pembagian persil dan kualitas lingkungan. Perencanaan kota juga harus sesuai dengan budaya dan keadaan sosial masyarakat yang tinggal di dalam kota tersebut. Karena pada hakekatnya perencanaan kota di buat untuk memberikan keamanan,kenyamanan, memberikan kemudahan, bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mendiami kota tersebut. Konektivitas jalur antar Kota yang baik dapat memberikan kontribusi besar Terhadap tujuan Pariwisata di Masing-masing Kota/Daerah. Kedepan Akan menjadi sebuah karya Besar jika Pengembangan Kawasan Perkotaan Di Pulau Bali sebagai konektivitas jalur Industri Pariwisata yang terintegrasi dalam satu buah guideline Perencanaan Kota
References
Adisasmita, Rahardjo. 2010. Pembangunan
Kota Optimum, Efisien, dan
Mandiri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Branch, Melville. 1995: Perencanaan Kota
Komprehensif. Yogyakarta :
Gadjah Mada University
Press.Yogyakarta
Budiharjo, Eko. 1998 : Sejumlah Masalah
Pemukiman Kota. Bandung :
Penerbit Alumni, Bandung
Budihardjo, Eko, 1997, Tata Ruang Perkotaan,
Penerbit Alumni, Bandung
Djunaedi, Achmad, 1994, Kajian Teoritik
Pembangunan Kota Baru di
Indonesia, Makalah Seminar
Perencanaan dan Perancangan
Kota Baru tanggal 17 November
1994, Universitas Tarumanagara,
Jakarta
Karyoedi, Mochtarram, 1993, Pengembangan
Kota Baru di Indonesia,
Departemen Teknik Planologi
Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Institut Teknologi
Bandung, Bandung
Miles, M. B. dan Huberman, M. 1992. Analisis
Data Kualitatif. Terjemahan oleh
Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI
Press.
Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosda karya.
M Sastra, Suparno., & Marlina, Endy. 2006.
Perencanaan Dan Pengembangan
Perumahan. Yogyakarta : ANDI.
Pamudji, S, 1985, Pembinaan Perkotaan di
Indonesia, PT. Bina Aksara,
Jakarta
Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah.
2005. Perencanaan Pembangunan
Daerah. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama.
Sobirin. 2001. Distribusi Permukiman dan
Prasarana Kota : Studi Kasus
Dinamika Pembangunan Kota di
Indonesia, dalam Dimensi
Keruangan Kota Teori dan Kasus.
Jakarta : UI Press.
Surtiani, Eny Endang. (2006). Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Terciptanya
Kawasan Permukiman Kumuh Di
Kawasan Pusat Kota (Studi Kasus:
Kawasan Pancuran, Salatiga).
Tesis. Semarang : Magister Teknik
Pembangunan Wilayah Dan Kota
Program Pasca Sarjana –
Universitas Diponegoro Semarang.
Sujarto, Djoko, 1991, Aspek Kepranataan
Pembangunan Kota Baru, Jurnal
Perencanaan Wilayah dan Kota,
Departemen Teknik Planologi
Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Institut Teknologi
Bandung, Bandung
Sujarto, Djoko, 1991, Perencanaan Kota dan
Kebijakan Perencanaan Kota di
Indonesia, Departemen Teknik
Planologi Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Institut Teknologi
Bandung, Bandung
Sujarto, Djoko, 1993, Perkembangan Kota
Baru, Jurnal Perencanaan Wilayah
dan Kota, Departemen Teknik
Planologi Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Institut Teknologi
Bandung, Bandung
Sujarto, Djoko, 1993, Kinerja dan Dampak
Tata Ruang dalam Pembangunan
Kota Baru. Studi Kasus Kota
terpadu Bumi Bekasi Baru,
Desertasi Bidang Ilmu Teknik ITB,
Bandung
Yunus, Hadi Sabari, 2001, Struktur Tata
Ruang Kota, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta
Yunus, Hadi Sabari, 2005, Klasifikasi Kota,
Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Yunus, Hadi Sabari, 2008, Manajemen Kota.
Perspektif Spasial, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta
Yunus, Hadi Sabari. 1982. Klasifikasi
Permukiman Kota (Tinjauan
Makro). Yogyakarta : Universitas
Gadjah Mada.
Yunus, Hadi Sabari. 1999. Struktur Tata
Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
26 Tahun 2008 Tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1
Tahun 2011 Tentang Perumahan
dan Kawasan Permukiman.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2011 Tentang Rumah
Susun.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Made Agus Mahendra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




