PENATAAN RUANG PROVINSI DKI JAKARTA DITINJAU DARIASPEK KEAMANAN, KENYAMANAN, PRODUKTIF, DANBERKELANJUTAN
Keywords:
Penataan ruang, DKI Jakarta, AHP, aspek ekologi, aspek ekonomi, aspek sosialAbstract
DKI Jakarta merupakan ibukota Negara Indonesia yang seharusnya menjadi contoh untuk kota – kota besar di Indonesia dilihat dari aspek – aspek yang menunjang untuk kenyamanan warga, dengan adanya penelitian ini sesuai dengan UU No.26 Tahun 2007 Pasal 3 penyelenggaraan pentaan tuang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan dengan proses pengukuran dan pengambilan keputusan berdasarkan AHP (Analitic Hirarchy Process) dengan Expert Choice dan AHP (Analitic Hirarchy Process) dengan CDP (Criterium Decision Plus). Dalam penelitian ini, AHP digunakan untuk menentukan bobot masing-masing faktor yang mempengaruhi tata ruang DKI Jakarta dengan struktur pemodelan. Kriteria ditetapkan ada tiga yaitu aspek ekonomi, aspek ekologi dan aspek sosial. Sedangkan subkriteria dapat dilihat pada masingmasing kriteria. Untuk alternatif ditetapkan ada tiga yaitu MRT (Mass Rapid Transit), pengendalian banjir dengan BKB (Banjir Kanal Barat) dan BKT (Banjir Kanal Timur), serta Eco-city. Berdasarkan analisis AHP, diketahui aspek yang paling mempengaruhi dalam tata ruang adalah aspek ekologi yaitu sebesar 0,540. Ini mengindikasikan bahwa aspek ekologi dianggap faktor paling penting untuk mewujudkan tata ruang yang berkelanjutan, disusul dengan aspek ekonomi dengan kenaikan pendapatan penduduk untuk pemerataan kesejahteraan dan yang ketiga adalah aspek sosial. Perencanaan tata kelola pemerintahan yang baik dalam hal ini good governance juga diperlukan untuk terciptanya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
References
Darmono,Raden, “Pemodelan System
Dynamics Pada Perencanaan
Penataan Ruang Kota”, Seminar
Nasional Aplikasi Teknologi Inspirasi,
Yogyakarta, 2005.
Sriwijaya Post, “Tata Ruang Kota : Dimensi
yang Terlupa”, November 2010.
Rahmanta, “Penataan ruang Pedesaan Dalam
Era Otonomi Daerah”, USU , 2009.
Erstantyo,Diar, “Pengaruh Peningkatan
Jumlah Penduduk Terhadap
Perubahan Pemanfaatan Ruang Dan
Kenyamanan Di Wilayah
Pengembangan Tegallega,Kota
Bandung”,IPB, 2010.
Kartasasmita, Ginandjar, “Aspek Strategis
Penataan Ruang Kawasan Perkotaan
Dalam Pembangunan Nasional”,
Jakarta, 1996.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor
26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang.
World Town Planning Day, “Curah Gagasan
dan Deklarasi Generasi Muda Peduli
Lingkungan”, Jakarta, 2009.
Dr. Ir. Ruchyat Deni Djakapermana, M.Eng ,”
Pendekatan Sistem Dalam
Pengembangan Wilayah”,Prasetya
Mulya Jakarta, 2010.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nindi Aliviana Mahmuda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




