KONSEP ‘’SMART CITY ’’ DALAM MENCAPAI PARIWISATAYANG BERKELANJUTAN DI DAERAH BALI

Authors

  • I Made Agus Mahendra Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mahendradatta Author

Keywords:

Smart City, smart tourism, sustainable tourism Development, Pariwisata bali

Abstract

Tingginya antusias dan perkembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, semakin menarik perhatian publik. Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Januari hingga Desember 2016 mencapai 4 juta. Tahun 2017 ini diharapkan meningkat 25 persen atau 5 juta orang. Budaya Bali terkenal dengan keunikannya dan dikenal sampai level internasional, Keunikan yang dimiliki Bali dari sumber daya alam, adat, budaya, sistem sosial kemasyarakatan sampai pada bentangan struktur topografi dan demografi berperan dalam mengangkat kualitas pariwisata Bali.Sehingga pariwisata berkelanjutan atau ajeg Bali bisa terwujud. Kemajemukan permasalahan pembangunan yang dihadapi daerah Bali saat ini membutuhkan sebuah konsep percepatan pembangunan terdapat ekonomi pintar (smart economy), mobilitas pintar (smart mobility), lingkungan pintar (smart environment), masyarakat pintar (smart people), kehidupan cerdas (smart living) dan pemerintahan pintar (smart governance). Keenam unsur ini merupakan integrasi dari smart city Development smart city juga dirancang untuk meberikan kemudahan bagi pemerintah dan masyarakat dalam mendapatkan informasi. Adapun pengembangan smart city dalam hal pariwisata adalaha menitikberatkan dalam hal ekonomi dan promosi. Diharapkan dengan adanya smart city maka suatu kota dapat mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan yang bersinergi dengan segala aspek penataan kota di suatu daerah, sehingga smart city ini diolah sedemikian rupa agar dapat mengembangkan dan keberlanjutan sebuah daerah pariwisata.

References

Agasi, Ramdisa. Pariwisata = Masa

Depan? http://www.p2par.itb.ac.id.

Anonim, 2006. Pariwisata berkelanjutan:

Prinsip-Prinsip Pembangunan

Pariwisata

Berkelanjutan. http://www.p2par.itb.a

c.id.

Anonim. 2008. Bali dan

Pariwisata. http://www.baliprov.go.id.

Anonim. 2008. Gemerlap Pariwisata di Bali

Ancam

Ekologi.http://www.balebengong.net/

2008/01/21/di-balik-gemerlapnyapariwisata-di-bali.

Belakang, A.L., Ilmu Lingkungan - Ekologi

Smart City Oleh : Putu Nopa

Gunawan / D411 10 009 Jurusan

Teknik Elektro – Universitas

Hasanuddin 1, Makasar.

Community, S., Smart, F. & Indonesia, C.,

2015. Smart city id. , I, pp.2–7.

Cahiya. 2013. Empat Kota Pintar di Dunia.

Diunggah di http://cahiya.com/empatkota-pintar-di-dunia-bagian-1/

tanggal 14 Pebruari 2013

Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung: PT

Remaja Rosda karya.

Paskaleva, K (25 January 2009). "Enabling

the smart city: The progress of e-city

governance in Europe". International

Journal of Innovation and Regional

Development.

Pitana, I G. 2005. Renvention of Bali:

Menata Bali Pasca Tragedi Menuju

Pariwisata Berkualitas dan

Berkelanjutan. Analisis Pariwisata

Volume 6.

Purnomowati, W. & Ismini, 2014. Konsep

Smart City Dan Pengembangan

Pariwisata. Jurnal JIBEKA, 8(1),

pp.65–71.

Rukendi, Cecep. 2006. Menemukan

Kembali Konsep Pariwisata Budaya

Indonesia.Jurnal Kepariwisataan

Indonesia, Volume I.

Sari, Ika Kusuma

Permana. 2006. Pengembangan

Desa Wisata dalam Konteks

Pariwisata Berbasis

Kerakyatan. Jurnal Kepariwisataan

Indonesia, Volume I No. 2.

Tjatera, I Wayan. 2005. A Model for

Balancing Economic, Enviromental

anf Sosio-Cultural Goals to Achieve

Sustainable Tourism Development in

Bali, Indonesia.Jurnal

Kepariwisataan Indonesia, Volume I.

Utama, IGB Rai. 2008. Stagnasi Pariwisata

Bali.

http://www.kpubali.wordpress.com.

Downloads

Published

2026-01-09