MANAJEMEN PRODUKSI RUMPUT LAUT GRACILARIA(Gracilaria sp) DI DESA DOMAS, PONTANG, SERANG-BANTEN

Authors

  • Ramarsa Hidayatulbaroroh Jurusan Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Sekolah Tinggi Perikanan, Jakarta Author

Keywords:

Gracilaria, budidaya, manajemen, Serang

Abstract

Gracilaria merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Tujuan dari praktik akhir ini adalah mengetahui dan memahami budidaya rumput laut Gracilaria sp. Praktik akhir dilaksanakan dari 6 Februari-6 Mei 2017 di Desa Domas, Pontang, Serang, Banten. Aspek yang diamati dan dipelajari adalah aspek manajemen, teknis dan finansial. Data dikumpulkan melalui mengikuti kegiatan petambak dan melakukan pengumpulan data secara mandiri. Cara memperoleh data melalui wawancara petani, melakukan dan mengamati, serta melakukan kegiatan mandiri tergantung dengan parameter yang diamati. Kawasan budidaya Gracilaria di Domas secara spesifik berada di lokasi Crocoh, Kali Domas dan Teluk. Tambak berjumlah 33 dengan keseluruhan sistem budidaya polikultur gracilaria dengan bandeng. Laju pertumbuhan gracilaria rata- rata pada kawasan Crocoh dan Kali Domas yaitu 1,95% dan 1,53%. Tambak sampel kawasan Teluk memiliki laju pertumbuhan gracilaria 3%; 2,1% dan -32%. Pemekaran mempengaruhi hasil pertumbuhan. Hasil pengukuran bobot akhir perlakuan pemekaran setiap 2 minggu, pemekaran setiap 3 minggu dan tanpa pemekaran berturut-turut menjadi 9 kali lipat, 8 kali lipat dan 5 kali lipat dari bobot awal. Hasil pengukuran parameter kualitas air yaitu suhu 29-39˚C, salinitas 0-31 g/l, pH 6-8, nitrat 0-50 mg/l, fosfat 0,1-2 mg/l dan kalium 200-420 mg/l. Sebagian besar tambak memiliki penetrasi cahaya hingga dasar dengan ketinggian air 9-50 cm. Rata-rata pengisian air hanya 4 jam per hari pada malam hari dan pengeluaran air 3 jam per hari pada dini hari. Hama dan penyakit yang ditemukan selama praktik adalah Hypnea muscoformis, Achanthopora, Chaetomorpha, Lingbya, Siganus sp., Lates calcalifer, Sillago sihama dan ice- ice. Budidaya polikltur Gracilaria dan bandeng menguntungkan karena memiliki rata-rata investasi Rp 3.900.350,-; biaya tetap Rp 17.468.739,-; biaya tidak tetap Rp 45.632.919,-; laba Rp 34.100.258,-; dengan empat tambak mengalami kerugian, B/C ratio 1,65, BEP unit 16.828 kg dengan nilai rupiah Rp 94.235.182,-; PP 55 tahun 6 bulan dan ROI 5,3%

References

Anggadireja, J.T., A. Zatnika, H.

Purwoto, dan S. Istini. 2006.

Rumput

Laut.Penebar Swadaya. Jakarta. iv +

148 hal.

Indriani, H. dan E. Sumiarsih. 2005. Budi

Daya, Pengolahan, dan Pemasaran

Rumput Laut. Penebar Swadaya.

Depok. vii + 99 hal.

Jagadeesan, L., A. Kannadasan, P.

Anantharaman, P. Perumal dan M.

Thangaraj.

2010. “Assesment of Amonium

Uptake by Marine Macroalga”.

Current

Research Journal of Biological

Science. Vol 2. Hal 150-153.

Jamal, E. 2016. “Aspek Ekonomi

Pengembangn Usaha Budidaya

Rumput Laut di

Indonesia”. Forum Penelitian Agro

Ekonomi. Vol.9. Hal 19-21.

Parker, R. 2012. Aquaculture Science. Third

Edition. New York : Delmar. xiv + 652

p.

Prabowo, G. dan M. Farchan. 2008. Teknik

Budidaya Rumput Laut. BAPPL STP

Serang. Serang. vii + 95 hal.

Primyastanto, M. 2011. Feasability Study

Usaha Perikanan. Universitas

Brawijaya

Press. Malang. xvi + 218 hal.

Rahmantya, K.F., A.D. Asianto, D. Wibowo, T.

Wahyuni dan W.A. Somad. 2015a.

Analisis Data Pokok Kementerian

Kelautan dan Perikanan 2015. Pusat

Data Statistik dan Informasi. Jakarta.

xvi + 170 hal. 2015b. Kelautan dan

Perikanan dalam Angka Tahun 2015.

Pusat Data

Statistik dan Informasi. Jakarta. xxviii

+ 308 hal.

Rahmaningsih, S. 2012. “Penerapan

Teknologi Penggunaan Rumput Laut

sebagai

Biofilter Alami Air Tambak untuk

Mengurangi Tingkat Serangan

Penyakit pada Udang Vannamei

(Litopenaeus vannamei)”. Jurnal

Teknologi

Perikanan dan Kelautan. Vol 2. No 2.

Hal 11-16.

Setiaji, K., G.W. Santosa dan Sunaryo. 2012.

“Pengaruh Penambahan NPK dan

Urea pada Media Air Pemeliharaan

terhadap Pertumbuhan Rumput Laut”.

Journal of marine Research. Vol 1.

No 2. Hal 45-50.

Sunaryat, H.W. dan Istiqomah. 2008.

Teknologi Budidaya Rumput Laut

(Kappaphucus alvarezi). Balai Besar

Pengembangan Budidaya Laut

Lampung. Lampung. Hal 7-10.

Yulianto, B., R. Ario dan A. Triono. 2006.

“Daya Serap Rumput Laut (Gracilaria

sp.) terhadap Logam Berat Tembaga

(Cu) sebagai Biofilter”. Ilmu Kelautan.

Vol 11. No 2. Hal 72-7

Downloads

Published

2026-01-09