PENATAAAN FASADE RUMAH SUSUN DENGANMEMPERTIMBANGKAN KEBUTUHAN AKAN RUANG PRIVAT
Keywords:
rumah susun, fasade, kumuh, materialAbstract
Peningkatan jumlah penduduk yang cukup signifikan di Indonesia menuntut adanya ketersediaan hunian sebagai kebutuhan pokok dari masyarakat. Terbatasnya luas lahan khususnya di Pulau Bali mengakibatkan harga lahan menjadi sangat tinggi. Pembangunan rumah susun sebagai salah satu upaya dari pemerintah maupun swasta dianggap sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun sayangnya keberadaan rumah susun yang disatu sisi mampu mengatasi masalah perumahan, namun disisi lain menimbulkan masalah baru yaitu munculnya kesan kumuh. Kesan kumuh munculsebagai akibat tidak tertampungnya wadah untuk melaksanakan aktivitas dasar warga penghuni rumah susun. Salah satu aktivitas tersebut adalah kegiatan menjemur pakaian. Pada penelitian kali ini Rumah Susun Asrama Polisi Kreneng dan Sesetan dijadikan sebagai objek penelitian. Dengan mengkaitkan permasalahan dengan beberapa teori mengenai rumah susun, tulisan ini diharapkan mampu memberikan alternative pemecahan dari masalah yang ada. Dengan terpenuhinya kebutuhan rumah tinggal masyarakat dan tetap mampu menjaga fasade bangunan, diharapkan kesan rumah susun yang kumuh dan kotor dapat diatasi. Penggunaan material sekitar akan mampu menunjukkan kesan tropis dan menambah estetika bangunan.
References
Kesik, T.J. ( 2014). Building Enclosure
Design Principles and Strategies .
Whole Building Design Guide. A
Program of the National Institute of
Building Sciences. Online di:
https://www.wbdg.org/resources/buildi
ngenclosur
Optimalisasi Kualitas Visual pada Rumah
Susun di Indonesia D 080 | Prosiding
Temu Ilmiah IPLBI 2016
Mascai, J. (1980). Housing . John Willey
and Sons Mateo, J.L. (2014). Edificio
de viviendas en Barcelona / Josep
Lluís Mateo. ArchDaily.
Undang-Undang No. 16 tahun 1985 tentang
rumah susun Yosohusodo, S. (1991).
Rumah Untuk Seluruh Rakyat .
Jakarta: INNKOPPOL
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frysa Wiriantari, Ni Putu Suda Nurjani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




