EVALUASI FASILITAS RUANG TUNGGU UNTUK PENINGKATANKUALITAS PELAYANAN DENGAN PENDEKATAN MIKRO DANMAKRO ERGONOMI DI STASIUN KERETA API MALANG

Authors

  • Mardiki Supriadi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mahendradatta Author

Keywords:

Mikro Ergonomi, MEAD (Macro Ergonomic Analysis and Design), dan Evaluasi Fasilitas Ruang Tunggu.

Abstract

Stasiun kereta api di Malang merupakan salah satu stasiunyangberada dibawah pengawasan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang bergerak dalam bidang usaha penyediaan jasa transportasi darat. Banyaknya jumlah penyedia jasa transportasi mendorong persaingan antara penyedia jasa transportasi untuk memberikan pelayanan yang baik guna memuaskan keinginan konsumen. Kualitas pelayanan dan kondisi fasilitas yang ada pada stasiun kereta api di Malang khususnya bagian ruang tunggu masih belum memenuhi Standar Pelayanan Minimum untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 9 tanggal 8 Febuari 2011. Oleh sebab itu perlu adanya identifikasi dan penilaian kondisi fasilitas ruang tunggu serta analisis dan evaluasi yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan Mikro dan makro ergonomi. Dengan pendekatan Mikro Ergonomi akan diberikan usulan perbaikan untuk mengatasi masalah lingkungan kerja (temperatur udara dan tingkat intensitas bunyi) di bagian ruang tunggu Stasiun kereta api. Dengan pendekatan Makro Ergonomi akan dilakukan perancangan ulang sistem kerja pada bagian ruang tunggu Stasiun kereta api yang dapat diimplementasikan oleh pihak pengelola Stasiun kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis permasalahan dan memberikan usulan perbaikan pada kondisi fasilitas dibagian ruang tunggu dengan pendekatan Mikro dan makro ergonomi guna peningkatan kualitas pelayanan pada Stasiun Kereta Api di Malang. Penelitian ini memaparkan kondisi fasilitas yang ada pada bagian ruang tunggu Stasiun Kereta Api di Malang melalui kuisioner yang disebarkan kepada pengguna jasa kereta api. Dengan mengetahui kondisi tersebut, dilakukan pengukuran kondisi lingkungan kerja pada bagian ruang tunggu Stasiun Kereta api. Diperoleh hasil pengukuran temperatur udara di bagian ruang tunggu berkisar pada 31-35,3oC dan tingkat intensitas bunyi pada bagian ruang tunggu berkisar pada 66,8-88,1dB. Kemudian dilakukan pemecahan masalah dengan pendekatan Makro Ergonomi menggunakan metode MEAD (Macro Ergonomic Analysis and Design) melalui sepuluh tahapan proses dan diperoleh hasil pemilihan alternatif yaitu melakukan perbaikan serta pengadaan fasilitas di bagian ruang tunggu, pelatihan petugas pada Stasiun kereta api dan perbaikan budaya atau kebiasaan penumpang. Dari penelitian ini diberikan usulan perbaikan fasilitas ruang tunggu pada Stasiun kereta api di Malang yang dapat diimplementasikan oleh pihak manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) guna peningkatan kualitas pelayanan Stasiun kereta api.

References

Hendrick, Kleiner. 2002. Macroergonomics

Theory, Methods and Aplication.

Lawrence Erlbaum Inc: New Jersey

Manual For Standarization and Specification

for Railway Station in India. 2009.

Ministry of Railway Government of

India.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9

Tahun 2011 tentang Standar

Pelayanan Minimum untuk Angkutan

Orang dengan Kereta Api

Roscoe. 1975. Fundamental Reasearch

Statistic for the Behavioural. Second

Edition:New York

Saputra, Andrias. 2010. Cara Menghitung

Jumlah Kebutuhan AC.

Downloads

Published

2026-01-09