PENGARUH PENAMBAHAN SAT ADDITIVE ADDITION H.ETERHADAP KUAT TEKAN BETON

Authors

  • Ni Ketut Sri Astati Sukawati Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati, Denpasar Author

Keywords:

Sat Aditive, Kuat Tekan, Beton

Abstract

Beton dengan berbagai variannya menjadi kebutuhan dasar dalam membuat sebuah bangunan. Campuran betonpun beraneka ragam tegantung dari perencanaan yang dibuat sebelumnya. Campuran semen biasanya berupa campuran batu buatan, semen, air dan agregat halus serta agregat kasar. Agregat (agregat halus dan agregat kasar) berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton. (Subakti, A.,1994). Namun dalam pembuatan bangunan sering campuran beton ditambahkan bahan (additive) namun masih ada rasa kurang yakin pada saat pembongkaran cetakan dan acuan sebelum beton mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja padanya. Untuk mengatasi waktu pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan beton perlu dicarikan alternatif pemecahannya, misalnya dengan mencari bahan alternatif campuran beton atas dasar pertimbangan dengan tidak mengurangi mutu dari beton tersebut. Dari hasil penelitian sebelumnya disebutkan bahwa akibat penggantian sebagian semen dengan Fly Ash, maka kuat desak dan kuat tarik beton mengalami peningkatan (Budhi Saputro, A., 2008). Berdasarkan uraian di atas maka penulis berupaya untuk meneliti tentang seberapa kuat tekan karakteristik beton yang terjadi dengan penambahan bahan tambahan (additive) Addition H.E dalam campuran beton dan adakah pengaruh bahan tambahan (additive) Additon H.E terhadap peningkatan kuat tekan karakteristik beton tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kuat tekan beton dengan penambahan bahan tambahan (additive) Additon H.E adalah bahwa setelah dilaksanakan test kuat tekan kubus beton dan analisa kuat tekan beton dari 10 benda uji, dimana pada masing-masing percobaan dilaksanakan pembuatan benda uji kubus dengan penambahan Additon H.E dengan dosis 80 cc, 120 cc, dan 200 cc dapat mempercepat dan meningkatkan Kuat Tekan Karakteristik Beton.

References

Budhi Saputro, A., 2008. Penelitian Kuat

tekan dan kuat tarik beton mutu

tinggi dengan Fly Ash sebagai

bahan pengganti sebagian semen

dengan kuat tekan 45 MPa.

Yogyakarta: Fakultas Teknik Sipil

Dan Perencanaan Universitas

Islam Indonesia.

http://www.scribd.com/doc/3745749

5/Kuat-Tekan-Dan-Kuat-TarikBeton. Donwnload, 10-10-2010.

Departemen Pekerjaan Umum. LPMB. Tata

Cara Rencana Pembuatan

Campuran Beton Normal. SK SNI

T-15-1990-03. Cetakan Pertama,

DPU – Yayasan LPMB , 1991.

Bandung

Harianto, Setijadi. M,N., 2005. Pengaruh

penambahan Simultan Sika

Viscocrete-Sikament-520 Pada

Beton PPC-AKB Ditinjau Terhadap

Kuat Tekan.Yogyakarta: Hasil

Penelitian Universitas Janabadra.

Imaculata Maria G.M. 2009. Penelitian

Penambahan Serbuk Batu Tabas

Karangasem Dalam Mengatasi

Pengaruh Magnesium Klorida Pada

Campuran Beton. Denpasar: Tugas

Akhir Universitas Mahasaraswati.

Mulyono. T., 2003. Teknologi Beton. Andi:

Jakarta

Subakti. A., 1994. Teknologi Beton Dalam

Praktek. Jurusan Teknik Sipil

FTSP. Institut teknologi sepuluh

November Surabaya. Surabaya

Teknologi Additivedan Admixture. 2008.

Type – type additive yang ada di

Industri Indonssia.

http://sasonov.wordpress.com/2008

/02/02/teknologi-additive-danadmixture/. Donwnload, 10-10-

2010.

Wangsadinata. W., 1971. Peraturan beton

Bertulang Indonesia N.I – 2.

Bandung: Direktorat Penyelidikan

Masalah Bangunan Direktorat

Jenderal Cipta Karya Departemen

Pekerjaan Umum dan Tenaga

Listrik.

Wibawa Sastra, I Made. 2004. Penelitian

Penggunaan Pecahan Genteng

Pejaten Sebagai Pengganti

Agregat Kasar Dalam Campuran

Beton Meningkatkan Kuat Tekan

Karakteristik Beton. Denpasar:

Fakultas Teknik Universitas

Mahasaraswati.

Downloads

Published

2026-01-09