PERKEMBANGAN TANAH DARI BAHAN VULKAN PADATOPOSEKUEN WILAYAH BANGLI SELATAN, KABUPATEN BANGLI
Keywords:
Tuva vulkanik, Perkembangan Tanah, Bangli Selatan.Abstract
Penelitian “Perkembangan Tanah dari Bahan Vulkan pada Toposekuen wilayah Bangli Bagian Selatan” ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengkaji proses pembentukan dan perkembangan tanah yang terbentuk dari bahan vulkan pada banjar topografi diwiayah Bangli selatan, Kabupten Bangli, (2) Memperoleh data karakteristik tanah diwilayah Bangli Selatan Kabupaten Bangli, (3) Mengetahui potensi lahan untuk pengelolaan pertanian di wilayah Bangli Selatan, Kabupaten Bangli. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survai tanah, analisis Laboratorium, dan ditunjang dengan data-data sekunder. Tiga profil yang mewakili Banjar Topografi dipilih berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda, profil (N-1) dengan ketinggian tempat 850 m dpl, profil (N-2) ketinggian tempat 540 m dpl, dan profil (N-1) ketinggian tempat 200 m dpl. Ketiga profil ini mempunyai kiblat lereng yang sama yaitu kiblat lereng selatan. Bahan induk yang terbentuk di daerah penelitian berasal dari bahan vulkanik, yaitu tufa vulkan dan endapan lahar dari Buyan, Beratan, dan Batur Purba. Daerah penelitian termasuk dalam tipe iklim A (sangat basah). Proses genesis tanah yang terjadi didaerah penelitian adalah untuk lereng atas mengalami proses erosi, lereng tengah mengalami proses transportasi, dan lereng bawah mengalami proses deposisi. Ketiga profil pewakil telah mengalami proses horisonisai. Tingkat perkembangan tanah berada pada tahap virile. Karakteristik tanah agak masam, kapasitas tukar kation rendah sampai sedang, kejenuhan basa rendah sampai sedang, bahan organik sangat rendah sampai rendah, tekstur pasir berlempung sampai lempung. Jenis mineral yang terdapat pada ketiga profil didominasi oleh mineral haloisit. Berdasarkan hasil penelitian mempengaruhi sifat-sifat tanah yang terbentuk. Pada lereng atas terbentuk solum sangat dalam pada kedalaman > 177 cm, lereng tengah terbentuk solum yang dalam pada kedalaman > 153 cm dan kaki lereng terbentuk solum yang dangkal pada kedalaman > 137 cm. Wilayah Bangli Bagian Selatan berpotensi dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi pertanian.
References
Arsad, S. 1989. “Soil and Water conservation”.
IPB Press, Bogor.
Badan Pusat Statistik, Kabupaten Bangli 2001.
Bangli dalam angka tidak dipublikasikan.
Darmawijaya, 1997. Klasifikasi Tanah Dasar
Teori Bagi Peneliti Tanah dan
Pelaksanaan Pertanian di Indonesia.
Edisi kedua. Gadjah Mada university
Pres Yogyakarta.
Djaenudin, D..1979. Peranan Faktor Lereng
Dalam Evaluasi Lahan di Daerah
Perbukitan sebagai studi kasus di Das
Citarum atas antara Cimahi-Batutajar.
Tesis MS. Departemen Ilmu Tanah
Fakultas Pertanian IPB Bogor. Tidak
dipublikasikan.
Hardjowigeno, S. 1993. “Soil Klasifikasi and
Pedogenesis”. Akademika Pressindo.
Jakarta.
Mega, I.M. Penuntun Praktikum Morfologi dan
Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah
Fakultas Pertanian Universitas
Udayana. Denpasar.
Nuril Hidayatati, Chalid Talib. 1994. Tanah
Kritis Pencegahan dan Pemulihannya.
Penerbit Nusa Indah. Bogor.
Wisnubroto, S., S. L. Aminah S. Dan M.
Nitisapto, 1986. Asas-asas Meteorologi
Pertanian. Laboratorium Meteorologi
Pertanian Departemen Ilmu Tanah
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah
Mada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nuranita Naningsi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




