Implementasi Teori Asiatica Euphoria McGee DalamPengembangan Zona IndustriStudi Kasus: Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali

Authors

  • Ni Putu Suda Nurjani Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mahendradatta Author

Keywords:

Sat Aditive, Kuat Tekan, Beton

Abstract

Kota-kota di Indonesia awal mulanya terbentuk melalui transformasi berbagai pengaruh kekuatan dan kekuasaan. Kekuatan sebagai identitas yang bisa menarik area terluar untuk datang ke sebuah kawasan, sedangkan kekuasaan terletak pada kekuatan personal manusia sebagai pimpinan sebuah wilayah. Kondisi tersebut berdampak terhadap perkembangan dunia Industri di tanah air. Transformasi struktur kota tradisional menuju kota modern, tidak saja secara fisik tetapi juga transformasi dasar terhadap konsep urbanitas warganya. Kampung kota sebagai elemen kota yang menjadi identitas sebuah daerah, masih menyimpan sistem nilai urbanitas tradisional yang berbeda dengan konsepsi urbanitas modern. Kondisi ini mempengaruhi pengembangan zona industri, seperti yang terjadi di Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Heterogenitas penduduk Desa Bajera menjadi salah satu indikator terbesar terbentuknya zona industri. Keberadaaan moda transportasi yang menghubungkan antara wilayah terluar Bajera dengan Inti Desa Bajera menjadi faktor pendorong lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kawasan industri. Kajian ini mencoba menjelaskan secara deskriptif kualitatif, sebuah fakta perkembangan wilayah berdasarkan teori Asiatica Euphoria McGee. Adanya daya tarik khusus pada inti Desa Bajera mendorong penduduk di wilayah terluar Bajera untuk bermigrasi ke wilayah inti Desa Bajera dengan tujuan menetap sementara maupun untuk menetap dalam jangka waktu yang lama. Fenomena tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh McGee, bahwa CBD (central business district) terbentuk akibat adanya daya tarik core (inti) dan kemudahan moda transportasi dari area peri urban menuju CBD. Kondisi ini menjadikan desa Bajera sebagai pusat kawasan industri dan perdagangan di Wilayah Selemadeg Barat, Tabanan, Bali.

References

Baur, C. & Wee, D. (2015). Manufacturing's

Next Act? McKinsey & Company.

Bang-Sheng Wu.2009. Modelling The

Dynamic of DesaKota Region:

Global-Local Nexus in The Taipei

Metropolitan Area.Texas A&M

University

Damayanti, Rully. 2010. Pertumbuhan Fisik

Kota Karena Pengaruh

Industrialisasi, studi kasus kota

Ahmedabad – India. Yogyakarta:

UGM

Hermann, M., Pentek, T., & Otto, B. (2016).

Design Principles for Industrie 4.0

Scenarios. Presented at the 49th

Hawaiian International Conference

on Systems Science.

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35

tahun 2010 tentang Pedoman

Teknis Pengembangan Kawasan

Industri

Widyawati, M.Sp. 1991. Pertumbuhan

Penduduk dan Pola Permukiman.

Universitas Indonesia

Yunus Hadi Sabari.2008. Dinamika Wilayah

Peri Urban; Determinan Masa

Depan Kota, Pustaka

Pelajar.Yogyakarta

https://hariskebumen.wordpress.com/2018/01/

17/kawasan-industri-kajian-teori/

http://www.google.co.id/search?hl=id&q=STR

UKTUR+SOSIAL+MASYARAKAT+

DESA=telusuri&meta

http://web.ntpu.edu.tw/~shuli/PUGEC_02Periurban.htm

http://syahriartato.wordpress.com/2009/12/28/

struktur-spasial-wilayah-pheriurban-sebagai-sistem-dari-tataruang-kota/

Downloads

Published

2026-01-09