TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK

Authors

  • Ni Ketut Sri Astati Sukawati Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati, Denpasar Author

Keywords:

Tenun Gringsing, Pagringsingan, Tenganan

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun Gringsing yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem Bali. Desa ini merupakan salah satu desa yang berpenghuni orang Bali Mula atau Bali Aga (Bali Asli) alias Bali yang bukan berasal dari Jawa ketika terjadinya ekspedisi Kerajaan Majapahit ke Bali. Tenun merupakan proses perjalinan antara benang pakan dan benang lungsi. Benang lungsi (benang yang dikaitkan pada alat tenun) dan benang pakan (benang yang dikaitkan pada benang lungsi) yang kalau keduanya dikaitkan akan menghasilkan motif. Proses karya seni kerajinan yang sederhana inilah yang sekarang berkembang menjadi beberapa tekhnik dalam menenun tergantung dari kreatifitas manusianya masing – masing sehingga menghasilkan ciptaan – ciptaan motif tenun yang menarik. Dalam perkembangan tenun selanjutnya terlihat bahwa kain tenun yang dihasilkan bukan lagi sebagai bahan penutup tubuh melainkan kain tenun ini memiliki fungsi lebih dari penutup tubuh, misalnya kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian adat atau sebagai identitas daerah pembuatnya. Selain itu, kain tenun dapat dijadikan karya seni yang muncul sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. Tenun gringsing ini menggambarkan tentang sistem keseimbangan yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Dewa indra yang selalu dipuja oleh masyarakat Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali di hormati dengan sebuah ritus perang pandan, rasa sakit seolah sirna oleh gringsing yang selalu membalut tubuh. Gringsing dipercaya dapat terhindar dari penyakit.Lebih kompleks lagi gringsing adalah penolak mara bahaya. Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini di fokuskan pada proses, bentuk motif dan makna simbolik tenun gringsing di Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali

References

Adi Kusrianto, 2020, Sarung Tenun Indonesia

Ensiklopedia-Filosofi-Sampai Industri,

Penerbit Other.

Ani Yudhoyono, 2012, Tenunku, Gramedia

Pustaka Utama.

Debbie Suryawan,Stephanus Hamy, 2009, Chie

Mengolah Wastra Indonesia : Tenun NTT

(SC), Gramedia Pustaka Utama,

Kompasiana, 2019, Mengenal Kain GringsingKain Khas Bali Yang Sarat Filosofis,

https://www.kompasiana.com/fery87654/

5d98e31b0d82306f6132df92/kaingringsing-khas-bali-kain-yang-penuhfilosofi

Siska Sumartono, 2012, Trendi Dengan Busana

Tenun-Kreasi Busana Tenun Nusantara,

Niaga Swadaya (Group Penebar

Swadaya).

Suwati Kartiwa, 2007, Ragam Kain Tradisional

Indonesia : Tenun Ikat, Gramedia

Pustaka Utama.

Wayan Suadnyana, 2015, Tenganan

Pagringsingan Bali-Keunikan Desa

Kerajinan Kain Gringsing, https://

www.rentalmobilbali.net/tenganan/

Wikipedia, Kain Gringsing, https://id.

wikipedia.org/wiki/Kain_gringsing.

Downloads

Published

2026-01-08