PERANCANGAN PENINGKATAN FUNGSI HUNIAN MASYARAKAT DILINGKUNGAN PARIWISATA UNTUK MENUNJANGPEREKONOMIAN DI TAMPAKSIRING
Keywords:
perancangan kamar sewa, arsitektur tradisional bali, arsitektur tropis modernAbstract
Perkembangan jaman dewasa ini menuntut manusia untuk lebih kreatif dalam melihat potensi sebagai sumber pendapatan. Untuk rumah yang berada di lokasi pariwisata, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu bisa disewakan dan dikombinasikan dengan usaha lain sehingga memaksimalkan fungsi dari rumah tersebut. Mancingan adalah salah satu daerah di Tampaksiring yang mempunyai potensi wisata alam yang sangat besar. Wisatawan dari domestik sampai mancanegara banyak yang berwisata ke Tampaksiring, karena menawarkan wisata alam berbasis kearifan lokal yang menjadi ciri khas tersendiri. Potensi ini merupakan hal yang sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga dengan tetap melestarikan tradisi Bali. Di Tampaksiring masih belum banyak ada sarana akomodasi, sehingga merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat lokal untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Umumnya tanah dari rumah masyarakat setempat sangat luas dan banyak space kosong, hal ini karena masih kental dengan penerapan konsep Arsitektur Tradisional Bali yang memang bercirikan hal tersebut. Hunian-hunian tempat tinggal bisa dimanfaatkan dengan perencanaan khusus untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus difungsikan sebagai kamar sewa. Perencanaan sirkulasi mutlak harus menjadi pertimbangan yang utama untuk menentukan penzoningan ruang-ruang di dalamnya agar memiliki privasi dan kenyamanan yang optimal. Posisi ruang tidur baik untuk digunakan keluarga ataupun yang di sewakan mutlak harus mendapat pemandangan yang positif, sekaligus juga pencahayaan dan penghawaan alami untuk memaksimalkan potensi site ke dalam bangunan. Demikian juga untuk konsep Arsitektur Tradisional Bali berupa natah sebagai open space yang merupakan pusat orientasi bangunan tetap diterapkan dalam hunian ini, karena merupakan sumber kekuatan dari lingkungan itu sendiri. Dalam merancang tampilan bangunan juga tetap mengacu pada Arsitektur Tradisonal Bali, yaitu konsep Tri Angga yang membagi bangunan secara imajener menjadi Kaki, Badan, dan Kepala. Dalam penerapannya tetap dikombinasikan dengan Arsitektur Tropis Modern untuk menunjang fungsi bangunan yang lebih komplek.
References
Juniastra I Made. 2019. Re-Design Homestay
Lokal Selaras Dengan Industri Pariwisata.
Bali. Jurnal Vastuwidya.
Glebet I Nyoman,dkk. 1986. Arsitektur
Tradisional Daerah Bali. Denpasar:
Depdikbud Propinsi Bali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Made Juniastra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




