PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK PADA TAHAPPENGENDALIAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK SOFTLANDSCAPING JUMEIRAH RESORT PECATU GRAHA BALI

Authors

  • Ni Ketut Utami Nilawati Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, STIMIK STIKOM Indonesia Author
  • I Gde Eka Dharsika Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, STIMIK STIKOM Indonesia Author

Keywords:

manajemen proyek, waktu pelaksanaan, pengendalian

Abstract

Jasa konstruksi semakin dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek terutama adanya pelayanan jasa yang dapat mengendalikan tuntutan utama mengenai ketepatan kualitas, efisiensi pembiayaan dan keakuratan waktu sangat diperlukan. Dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Jumeirah Resort Pecatu Graha Bali peneliti memfokuskan penelitian pada pekerjaan soft landscaping. Peranan manajemen proyek dalam pengendalian waktu pelaksanaan adalah untuk memperoleh suatu cara atau teknik yang baik untuk diterapkan agar sumber-sumber yang terbatas dapat diatur sehingga memperoleh hasil yang efektif dan efisien karena pengaturan yang tertata dengan baik. Kurva “S” merupakan salah satu teknik pengendalian kemajuan proyek dengan memakai kombinasi Kurva “S” dan tonggak kemajuan (milestone). Setelah meli hat jadwal rencana dan membandingkan dengan progress di lapangan, terdapat keterlambatan pekerjaan yang sangat signifikan pada pekerjaan: (a) Pekerjaan Groundcover, jika dilihat dari time schedule bulan februari 2019 pekerjaan groundcover seharusnya sudah selesai dikerjakan, tetapi data progress di lapangan pada bulan tersebut baru mencapai 30,92%; (b) Pekerjaan Shrubs, jika dilihat dari time schedule bulan maret 2019 pekerjaan shrubs seharusnya sudah selesai dikerjakan, tetapi data progress di lapangan pad a bulan tersebut baru mencapai 35,86%; (c) Pekerjaan Palms, jika dilihat dari time schedule bulan april 2019 pekerjaan palms seharusnya sudah mencapai tahap akhir pekerjaan, tetapi data progress di lapangan pada bulan tersebut baru mencapai 43,69%. Faktor -Faktor penyebab keterlambatan pekerjaan berdasarkan laporan harian diantaranya : (a) Belum siapnya lahan untuk penanaman karena masih menunggu pekerjaan sipil selesai; (b) Keterlambatan pasokan tanaman jenis : groundcover, shrubs dan palms, karena tanaman didatangkan dari Pulau Jawa, khususnya daerah malang.

References

Asnuddin, S., Tjakra, J., Sibi, M., 2018.

“Penerapan Manajemen Konstruksi Pada

Tahap Controlling Proyek Bangunan

Laboratorium Fakultas Teknik Universitas

Sam Ratulangi Manado”: Jurnal Sipil Statik

Volume 6 (hlm. 895-906). Manado:

Universitas Sam Ratulangi.

Hakim, R., Utomo, H., 2012. Komponen

Perancangan Arsitektur Lansekap: PrinsipUnsur dan Aplikasi Desain. Jakarta : Bumi

Aksara.

Husen, A., 2010. Manajemen Proyek,

Perencanaan, Penjadwalan & Pengendalian

Proyek. Jakarta : Andi.

Lakitan, B. 1995. Hortikultura, Teori, Budidaya,

dan Pasca Panen. Jakarta : PT Raja

Grafindo Persada.

Rabindra. 2009. “Nilai Kearifan Lokal Dalam

Penataan Ruang Kota Berkelanjutan,

Implementasi Filosofi Trihitakarana di Bali”:

Jurnal Arsitektur Lansekap Volume 2 No 3

(2009). Jakarta: Universitas Trisakti.

Santosa, B. 2009. Manajemen Proyek Konsep

dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suharto.1997. Dasar-Dasar Pertamanan

Menciptakan Keindahan dan Kerindangan.

Jakarta: Media Wiyata.

Downloads

Published

2026-01-08