PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT BAJA-BETON DENGANMETODE LRFD (LOAD AND RESISTANCE FACTOR DESIGN)RUANG KELAS LANTAI III SMK PARIWISATA LABUAN BAJO –FLORES – NTT
Keywords:
Komposit, LRFD, balok baja profil, pelat dek baja, Shear ConnectorAbstract
Perencanaan struktur komposit baja-beton menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) adalah metode yang memperhitungkan secara jelas keadaan batas, aneka ragam faktor beban, dan faktor resistensi, dimana dalam hal ini faktor resistensi diperlukan untuk menjaga kemungkinan kurangnya kekuatan struktur, sedangkan faktor beban digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelebihan beban yang dirumuskan. Perencanaan ini menggunakan struktur komposit yang difokuskan pada balok baja profil, pelat dek baja, dan kolom komposit. Beban mati dan beban hidup dihitung berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung 1983, sedangkan beban gempa dihitung berdasarkan dengan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung yang tertuang dalam SNI 1762- 2012. Struktur komposit baja - beton sendiri dihitung berdasarkan spesfikasi untuk perencanaan bangunan struktur baja dengan metode LRFD yang tertuang dalam SNI 03-1729-2002. Analisis struktur berupa besarnya gaya yang bekerja pada bangunan dilakukan menggunakan aplikasi SAP2000 sedangkan analisis kelayakan penggunaan dimensi struktur komposit berdasarkan SNI yang digunakan dilakukan secara manual. Dari hasil perencanaan diperoleh besarnya dimensi penampang balok dan kolom untuk masing-masing pelat lantai 1, 2, dan 3 adalah B1 250/250, B2 250/175, B3 300/150, dan K1 350/350. Penggunaan dek baja pada pelat lantai 1, 2, dan 3 menggunakan shear connector (stud) berdiameter 19 mm dengan masing-masing penghubung geser yang digunakan berjumlah 40 buah, 20 buah, dan 25 buah. Sambungan yang digunakan pada balok induk dan anak masing-masing pada lantai 1, 2, dan 3 menggunakan baut berdiameter 19 mm dengan jumlah baut masing-masing adalah 4 baut, 2 baut, dan 4 baut, sedangkan sambungan pada kolom dan balok menggunakan baut berdiameter 20 mm dengan jumlah bautnya 8 buah
References
Dinas, PU. 2017. Desain Spektra Indonesia
http://puskim.pu.go.id/aplikasi/desain_spektra_in
donesia_2011/ (25 Juli 2019)
Gunawan, R. 1987. Tabel Profil Konstruksi Baja.
Yogyakarta : Penerbit Kanisius
Khatuiistiani, U. 2003. Perencanaan Balok
Komposit Menggunakan Metode LRFD.
Surabaya : Universitas Wijaya Kusuma
Khafis, M. 2009. Perencanaan Struktur Baja
Pada Bangunan Tujuh Lantai Sebagai
Hotel. Solo : Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Mulyono, T. 2003. Teknologi Beton. Jakarta:
Penerbit Andi
Muhamad, R.2010. Sambungan baut baja
http://eprints.polsriac.id/1559/6/BAB%2BABIII2B
4.pdf (6 agustus 2019)
Pujianto, A. 2014. Struktur Komposit Dengan
Metode LRFD (Load and Resistance
Factor Design).
PPIUG-1983 Tentang Peraturan Pembebanan
Indonesia Untuk Gedung
Setiawan, A. 2008. Perencanaan Struktur Baja
Dengan Metode LRFD. Jakarta: Penerbit
Erlangga
SNI 03 - 1729 - 2002 Tentang Perencanaan
Struktur Baja Dengan Metode LRFD.
Jakarta: Badan Standarisasi Nasional
Indonesia (BSNI)
SNI 1762 – 2012 Tentang Tata Cara Ketahanan
Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung
dan Non Gedung. Jakarta : Badan
Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI)
Sri, Y. 2014. Perhitungan Struktur Komposit
Pembangunan Ruang Kelas Baru SMP
Negerri 44 Kecamatan Palaran Kota
Samarinda. Samarinda : Universitas
Mulawarman
Universitas Mahasaraswati Denpasar. 2018.
Pedoman Tugas Akhir. Denpasar: Fakultas
Teknik UNMAS
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Wayan Giatmajaya, I Gede Oka Darmayasa, Ni Ketut Sri Astati Sukawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




