LANDASAN PEMBENTUKAN SPASIAL KAWASAN TAMAN BUMIGLOBAL BATUR(BATUR GLOBAL GEOPARK, KINTAMANI, BANGLI, BALI)
Keywords:
Struktur Spasial, Geopark Batur, PermukimanAbstract
Kawasan Taman Bumi Global Batur (Batur Global Geopark) sebagai warisan Budaya Dunia merupakan sebuah kawasan yang terintegrasi yang terdiri atas 15 Desa dengan beragam potensi yang dimiliki. Potensi budaya, ekonomi, infrastruktur yang sangat menentukan keberlanjutan lingkungan di kawasan kaldera batur. Semenjak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 20 September 2012 di Portugal, kawasan ini belum mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan geopark. Identifikasi potensi kawasan masih sangat minim, sehingga pemerataan dan pengembangan landasan spasial keruangan sangat sulit dilaksanakan. Penggambaran struktur ruang permukiman juga dapat dilihat dari sisi budaya lain seperti pada pelaksanaan ritual dan acara keagamaan. Kajian ini merupakan salah satu wujud identifikasi terhadap pembentukan struktur ruang spasial di kawasan kaldera batur. Pengumpulan data dengan pendekatan rasionalistik, observasi langsung ke objek studi, dan wawancara dengan masyarakat sekitar serta pemangku kebijakan, kemudian hasil data di analisis dengan teori terkait sehingga menghasilkan sebuah gambaran umum pembentukan struktur spasial ruang yang nantinya diharapkan bisa membantu pembangunan berkelanjutan di kawasan Kaldera Batur, Kintamani, Bangli.
References
Bintarto, R., 1984. Interaksi Desa-Kota.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Haryadi dan Setiawan, 1995. Arsitektur
Lingkungan dan Perilaku. Direktorat
Jenderal Pendididkan Tinggi,
Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
Muhadjir, N., 1992. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Yogyakarta: Tesis, Program
Pasca Sarjana, Universitas Gadjah
Mada.
Mulyati, A, 1995. Pola Spasial Permukiman di
Kampung Kauman Yogyakarta.
Yogyakarta: Rake Sarasin.
Soekanto S, 2000. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Subroto, YW., Setiawan, B.dan Setiadi, 1997.
Proses Transformasi Spasial dan
Sosio- Kultural Desa-Desa di daerah
Pinggiran Kota (Urban Fringe) di
Indonesia (Studi kasus Yogyakarta).
Yogyakarta: Pusat
https://www.baturglobalgeopark.com/index.p
hp/profil/25/Geodiversity.htm
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Putu Suda Nurjani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




