DINAMIKA KAMPUNG KOTA BERKELANJUTAN DI TENGAHPANDEMI COVID-19

Authors

  • Ni Putu Suda Nurjani Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mahendradatta Author

Keywords:

Urbanisasi; Kampung Kota; pandemi covid-19

Abstract

Kampung kota sebagai salah satu wujud permukiman di Indonesia, dimasukkan dalam kategori permukiman kumuh (Slums). Kehidupan perkotaan yang dipandang mampu memberikan harapan penghidupan bagi masyarakat desa, membawa arus bawaan yaitu perpindahan penduduk sehingga ruang publik yang ada di perkotaan menjadi semakin berkurang. Lokalitas yang terkandung pada tatanan kampung akan memberi karakter bagi pembentukan semangat urbanisme baru yang sesuai dengan karakter masyarakat. Perwujudan urbanitas dan ruang kota yang berkelanjutan dapat dicapai dengan rumusan prinsip-prinsip yang telah lama diwariskan oleh nenek moyang bangsa ketika membentuk sebuah kampung tradisional. Namun, di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, keberadaan kampung kota di Indonesia mengalami gejolak yang cukup besar. Masyarakat urban yang dulu nya membentuk sebuah kampung di daerah perkotaan, kini memilih kembali pulang ke daerah asal akibat minimnya pekerjaan yang tersedia di kota. Banyak pekerja dirumahkan tanpa pesangon, dengan tuntutan hidup yang besar, membuat kaum urban memilih pulang kembali ke kampung halaman. Kawasan permukiman yang sebelumnya tumbuh tidak direncanakan, kini ditinggalkan. Ilegal settlement yang dahulu meresahkan, semenjak pandemi berubah menjadi kampung tidak bertuan. Ketika sebuah permukiman yang awalnya dianggap sebagai sebuah beban dan merusak citra kawasan kini ditinggalkan, apakah kota menjadi lebih baik, apakah kehidupan sosial masyarakat kota menjadi baik atau sebaliknya. Fenomena ini memerlukan sebuah kajian mendalam. Citra buruk kota yang sebelumnya selalu dibebankan pada permukiman kumuh, kini bisa dilihat bagaimana permasalahan agraria yang sebenarnya. Dalam permukiman kumuh tumbuh sistem kekerabatan baru yang saling menguatkan antar orang perantauan, membentuk sebuah ruang publik informal yang mendukung kaum individualistis yang hidup di kota

References

Bahan Ajar Arsitektur Perkotaan. (2004) Staff

Pengajar, Jurusan Arsitektur, Fakultas

Teknik, Universitas Udayana, Bali

Budi Sudarwanto, G. H., Agung B Sarjono.

(2017). Pemahaman Fenomena

Pengetahuan Arsitektur Kampung Kota

(Kasus: Kampung Bustaman Berbasis

Kuliner). NALARs Jurnal Arsitektur, 16(2),

145-154.

Danisworo, M. dan Martokusumo, W. (2003).

Materi Perkuliahan Isu Kontemporer

Perancangan Kota‖, Magister Arsitektur

ITB, Bandung

Dias Aprilia Lindarni, W. H. (2014).

Transformasi Kampung Kota Di Kawasan

Segitiga Emas Kota Semarang (Studi

Kasus: Kampung Sekayu Dan Kampung

Petempen). Riptek, 8(2), 1-12.

Hermawan, A. (2001). Permasalahan

Kampung Kota, dari Kumpulan Makalah Isu

Kontemporer Perancangan Kota”, Magister

Arsitektur Institut Teknologi Bandung

Kausan, B. Y. (2019). Kampung-Kota:

Permukiman Kumuh Di Kota Bandung

Tahun 1965-1985. Universitas Negeri

Semarang, Semarang.

Mirsa, Rinaldi. (2012). Elemen Tata Ruang

Kota.Graha Ilmu, Yogyakarta

Raisya Nursyahbani, B. P. (2015). Kajian

Karakteristik Kawasan Pemukiman Kumuh

Di Kampung Kota (Studi Kasus: Kampung

Gandekan Semarang). Teknik PWK, 4(2),

267-281. Retrieved from http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/pwk

Soni Darmawan, T. B. U. (2018). Pola

Pemanfaatan Ruang Terbuka Pada

Pemukiman Kampung Kota. Vitruvian

Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan,

7(3), 127-136.

Sumintarsih, A. A. (2014). Dinamika Kampung

Kota Prawirotaman Dalam Perspektif

Sejarah Dan Budaya. Yogyakarta: Balai

Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)

Yogyakarta.

http://kampungnesia.org/berita-kampung-kotadan-kota-kampung--tantanganperencanaan-kota-di-indonesia--1.html

diakses 22 Januari 2021

https://rujak.org/mencari-definisi-dan-maknakampung-kota/ diakses 22 januari 2021

Downloads

Published

2026-01-07