KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI PESANGGARANDENPASAR DITINJAU DARI FISIK BANGUNAN HUNIAN
Keywords:
Permukiman; Kumuh; Sarana Prasarana; Peranserta.Abstract
Permukiman kumuh Pesanggaran adalah salah satu dari sepuluh kawasanpermukiman kumuh yang ada di Kota Denpasar. Permukiman ini terletak dekat denganjalan arteri kota dan juga dekat dengan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung.Sebagian besar penguninya bergerak di sektor informal. Data dari BPN menunjukkanbahwa lahan dimana lokasi permukiman ini berada berstatus tanah tanpa kepemilikan danpenggunaan kosong. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik pemukimankumuh Pesanggaran, dimana dalam penelitian ini akan dibahas hal hal yang berkaitandengan bangunan fisik dari permukiman tersebut beserta sarana dan prasarana yangterdapat di dalamnya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan data yangdiperoleh merupakan hasil observasi lapangan dan wawancara. Data sekunder berupa datalitelatur terkait dengan topik penelitian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan daripenelitian ini.Hasil penelitian bahwa permukiman didominasi oleh bangunan semi permanen denganpenggunaan bahan bekas sebagai bahan bangunan khususnya bangunan hunian. Kondisisarana prasana yang minim dan akses jalan dan drainase memerlukan penataan lebihlanjut. Penghawaan dan pencahayaan yang minim perlu perhatian lebih lanjut untukmencegah timbulnya penyakit bagi penghuni dan lingkungan. Diperlukannya peran sertaseluruh lapisan masyarakat untuk meremajakan kembali kawasan ini dan menyediakansarana prasaran minimal penunjang kehidupan penghuninya
References
Dinas Perumahan, kawasan P. dan P. kota D.
(2020) Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah Tahun 2020. 1st edn, Laporan
Kinerja. 1st edn. Edited by Dinas.
Denpasar.
Direktorat Pengembangan Pemukiman
Direktorat Jenderal Cipta Karya (2006)
‘Identifikasi Kawasan Pemukiman Kumuh
Penyangga Kota Metropolitan’, Direktorat
Pengembangan Pemukiman Direktorat
Jenderal Cipta Karya, pp. 1–49.
Muvidayanti, S. (2019) Karakteristik dan Faktor
Penyebab Permukiman Kumuh di
Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang.
Universitas Negeri Semarang.
Naradhipa Hudyana, I.D. gede (2019) ‘Kajian
Infrastruktur Di Permukiman Kumuh (Studi
Kasus: Jalan Resimuka Barat VII, Kota
Denpasar)’, Syntax LiterateJurnal Ilmiah
Indonesia, 7(1), pp. 1279–1289.
Nursyahbani, R. and Bitta, P. (2015) ‘KAJIAN
KARAKTERISTIK KAWASAN
PEMUKIMAN KUMUH DI KAMPUNG
KOTA ( Studi Kasus : Kampung Gandekan
Semarang )’, Jurnal Teknik PWK, 4(2), pp.
267–281.
Setiawan, E. and Rachmina, I. (2020)
‘Identifikasi karateristik kawasan
pemukiman kumuh di pusat kota’, Prodi
Arsitektur - Institut Sains dan Teknologi
Nasional, pp. 1–13.
Sueca, N.P. (2004) ‘Permukiman kumuh
masalah atau solusi?’, Jurnal Permukiman
Natah, 2(Agustus 2004), pp. 92–95.
Suryo, M.S. and KemenPUPR, P. (2017)
‘ANALISA KEBUTUHAN LUAS MINIMAL
PADA RUMAH SEDERHANA TAPAK DI
INDONESIA Analysis of Minimum Space
for Low Cost Landed House in indonesia’,
Jurnal Permukiman, 12(2), pp. 116–123.
Wimardana, A.S. (2016) ‘Faktor Prioritas
Penyebab Kumuh Kawasan Permukiman
Kumuh Di Kelurahan Belitung Selatan Kota
Banjarmasin’, Jurnal Teknik ITS, 5(2), pp.
3–8. Available at:
https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.18
386.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frysa Wiriantari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




