PURA MAOSPAHIT DENPASAR, BANGUNAN BERARSITEKTURMAJAPAHIT YANG ADA DI BALI
Keywords:
Arsitektur; Ornament; Bentuk; Candi; MajapahitAbstract
Pura Maospahit merupakan salah satu bangunan suci di Kota Denpasar yangmendapat pengaruh Majapahit. Sebagai sebuah karya arsitektur, bentuk fisik danornamen/ukiran di area unit bangunan suci ini memiliki kemiripan dengan arsitektur JawaTimur (Majapahit). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fisik dari PuraMaospahit baik secara keruangan maupun bentuk arsitektur bangunan (pelinggih) danmenemukan kemiripan dengan arsitektur Majapahit. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kualitatif yang menggali sebanyak mungkin data melalui observasi danwawancara dengan narasumber yang relevan. Hasil penelitian di paparkan dalam bentuknarasi secara jelas dan mudah untuk dimengerti oleh pembaca. Kesimpulan padapenelitian ini adalah terdapat bagian yang dengan jelas menunjukkan kemiripan denganarsitektur Majapahit pada Pura Maospahit yakni seluruh bangunan ini terbuat dari batu batasebagaimana bangunan-bangunan Majapahit, bentuk atap candi yang berbentuk kubus, sama denganbentuk puncak-candi-candi yang berada di Jawa Timur, dimana merupakan peninggalan kerajaanMajapahit, adanya ornamen-ornamen yang berbentuk sinar matahari, yang sama dengan bentukpraba Candi Majapahit, bentuk Candi Bentar yang serupa dengan bentuk Candi Bentar pada CandiBajangratu (bekas Kerajaan Majapahit), ornamen yang digunakan berwujud Bima dan Garuda,dimana pola ini tidak terdapat pada bangunan candi bentar dan candi kurung lainnya di Bali, danadanya pola hias berbentuk sinar matahari yang dipahat seperti umumnya praba arca dewa padazaman Majapahit.
References
Adhisti, O. (2008) Kajian Arkeologis Dan
Arsitektur Pura Maospait Gerenceng Bali.
Universitas Indonesia.
Dinas Pariwisata Kota Denpasar (2016) ‘Profil
Dinas Pariwisata Kota Denpasar 2016’.
Available at:
https://pariwisata.denpasarkota.go.id/uploads/download/PROFIL DINAS
PARIWISATA_839098.pdf.
Gede, D. et al. (2020) ‘IKHTISAR PERADABAN
KOTA DENPASAR’, pp. 76–95.
Mojokerto, M. K. and Subqi, A. R. (2018)
‘Dalam Pengembangan Wisata Hutan Kota
Gelanggang Olahraga Gajah Mada ’,.
Susetyo, S. (2016) ‘Pengaruh Majapahit Pada
Bangunan Puri Gede Kaba-Kaba,
Tabanan.’, Amerta, 34(2), p. 139. doi:
10.24832/amt.v34i2.181.
Tribinuka, T. (2014) ‘Rekonstruksi Arsitektur
Kerajaan Majapahit dari Relief, Artefak dan
Situs Bersejarah’, Prosiding Temu Ilmiah
IPLBI, pp. 19–24.
Tuwo, R. fernando, Ardika, I. wayan and Wardi,
I. N. (2020) ‘Stupika Journal of
Archaeology and Culture’, Stupika Journal
of Archaeology and Culture, 4(1), pp. 56–64.
Yudantini, N. M., Darma, K. A. S. and
Wiryawan, W. (2017) ‘Sejarah dan
Perkembangan Kota Denpasar sebagai
Kota Budaya’, (May 2017), pp. B177–
B184. doi: 10.32315/sem.1.b177.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frysa Wiriantari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




