BISNIS UPAKARA: SOLUSI ANTARA NGAYAH DAN KARIR DALAM BINGKAI HOMO COMPLEXUS

Authors

  • I Made Anjol Wiguna I Made Anjol Wiguna Author

DOI:

https://doi.org/10.47532/satyagraha.v9i2.659

Keywords:

Ngayah, bisnis upakara, budaya Bali, homo complexus, konflik peran, modernitas

Abstract

Abstrak

Masyarakat Bali terkenal dengan nilai budaya yang kuat, termasuk kewajiban sosial-spiritual salah satunya berupa ngayah dalam konteks adat dan keagamaan. Di tengah perubahan sosial dan ekonomi modern, individu sering mengalami dilemma dan konflik peran antara dedikasi terhadap tradisi dan budaya dan tuntutan profesi. Munculnya fenomena bisnis upakara sebagai bentuk adaptasi dan inovasi berbasis budaya. Hal ini memungkinkan partisipasi dalam kegiatan adat tetap berlangsung tanpa mengabaikan perkembangan karir.  Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji bisnis upakara sebagai solusi integratif antara ngayah dan karir dalam kerangka homo complexus, yaitu manusia yang memiliki identitas dan kebutuhan multidimensional. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi literatur, artikel ini menganalisis dinamika sosial budaya yang melatarbelakangi munculnya bisnis upakara, serta implikasinya bagi pelestarian tradisi dan pengembangan profesionalisme. Hasil studi menunjukkan bahwa bisnis upakara dapat menjadi strategi adaptif dan berkelanjutan, selama tetap berpedoman pada nilai-nilai lokal dan legitimasi komunitas.

Kata kunci: Ngayah, bisnis upakara, budaya Bali, homo complexus, konflik peran, modernitas

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

01-08-2026