PENGARUH KEPATUHAN UPAH MINIMUM DAN OTOMATISASI ABSENSI TERHADAP RETENSI KARYAWAN PADA UMKM
DOI:
https://doi.org/10.47532/satyagraha.v9i2.654Keywords:
retensi karyawan, kepatuhan pengupahan minimumAbstract
Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepatuhan pengupahan minimum dan otomatisasi absensi terhadap retensi karyawan pada UMKM. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini berlandaskan pada Social Exchange Theory dari Blau (1964) yang menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi upah dan penerapan sistem digital menciptakan hubungan timbal balik positif antara pengusaha dan karyawan, yang pada akhirnya mendorong loyalitas dan mengurangi tingkat turnover. Sampel sebanyak 100 pemilik atau pengelola UMKM di Surabaya diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria usaha telah beroperasi minimal dua tahun dan memiliki minimal lima karyawan. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pengupahan minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, otomatisasi absensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, dan secara simultan kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa kepatuhan pengupahan minimum merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan retensi karyawan UMKM di Surabaya.




