PENGARUH OTONOMI KERJA DAN PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS TERHADAP KETERIKATAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.47532/satyagraha.v9i2.653Keywords:
employee engagement, , job autonomy, psychological empowerment, perusahaan manufaktur, SurabayaAbstract
Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh job autonomy dan psychological empowerment terhadap employee engagement pada karyawan perusahaan manufaktur di Surabaya. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini berlandaskan pada Job Demands-Resources Model dari Bakker dan Demerouti (2007) yang menjelaskan bahwa sumber daya pekerjaan seperti otonomi dan pemberdayaan psikologis dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Sampel sebanyak 89 karyawan diambil menggunakan teknik total sampling dari seluruh populasi karyawan perusahaan manufaktur di Surabaya. Regresi linear berganda sebagai analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job autonomy berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, psychological empowerment berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, dan secara simultan kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap employee engagement. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa psychological empowerment merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan keterlibatan karyawan di perusahaan manufaktur Surabaya




