DAMPAK GREENWASHING TERHADAP KEPERCAYAAN KONSUMEN DAN LINGKUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.47532/satyagraha.v9i2.624Abstract
Praktik greenwashing telah menjadi fenomena yang semakin banyak diperbincangkan bersamaan dengan meningkatnya kesadaran lingkungan di masyarakat. Riset ini bertujuan untuk menganalisis dampak manipulasi klaim ramah lingkungan oleh industri terhadap persepsi konsumen serta keberlanjutan ekosistem. Secara khusus, penelitian ini menggunakan perspektif kearifan lokal Tri Hita Karana untuk menganalisis pelanggaran etika dalam praktik tersebut. Metode yang digunakan merupakan riset literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa greenwashing menyebabkan erosi keyakinan konsumen yang signifikan serta merangsang skeptisisme yang meluas terhadap produk berkelanjutan. Dari perspektif lingkungan, praktik ini membatasi inovasi hijau yang autentik serta menyembunyikan konsekuensi ekologis yang sebenarnya. Dari perspektif Tri Hita Karana, greenwashing dinilai sebagai bentuk disharmoni pada aspek Palemahan (ikatan dengan alam), Pawongan (ikatan dengan sesama manusia melalui kejujuran), serta Parahyangan (integritas spiritual). Sebagai upaya menanggulangi fenomena ini, diperlukan penguatan regulasi pemerintah, standardisasi sertifikasi pihak ketiga, dan peningkatan literasi konsumen dalam memverifikasi klaim ekologis. Pada akhirnya, transparansi radikal menjadi kunci utama dalam membangun kembali hubungan yang harmonis antara kegiatan korporasi, masyarakat, serta lingkungan sekitar.




