ANALISIS PEMILIH POLITIK TERHADAP LINGKAR BAYANG-BAYANG POLITIK UANG (KLIENTISME) DALAM KEBIJAKAN BAWASLU DI KABUPATEN BADUNG

Dewa Putu Selawa, I Ketut Kasna

Abstract


Wacana politik dalam kebijakan bawaslu di Badung, pada dasarnya untuk mewujudkn peningkatan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat dalam segala aspeknya. Hal ini berarti dengan pemilih politik dan masyarakat diharapkan mendapatkan  kesejahteraan lahir dan batin baik materiil maupun spiritual. Dalam pemilih politik di Kabupaten Badung  justru mendapat tantangan serta pergulatan politik yang sangat mendalam karena sejak tahun 2019-2024, berbagai kepentingan telah dilakukan oleh partai politik di Kabupaten Badung

     Penelitian analisis pemilih politik terhadap lingkar byang-bayang politik uang (klientisme) dalam kebijakan bawaslu di kabupaten badung ini, membahas secara deskriptif konflik kepentingan tersebut dengan menggunakan teori party-id Dahrendorf, teori vote buying. Dengan analisis data secara deskriptif kualitatif, kajian ini menggunakan metode kualitatif, observasi, wawancara, dan dokumentasi, pertanyaan permasalahan mencangkup bentuk, faktor-faktor, dan makna/ dampak konflik kepentingan pemilih politik terhadap lingkar bayang-bayang politik uang.

     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik kepentingan pemilih kepentingan terjadi karena ada dua kepentingan besar yang sangat tidak sejalan, yaitu antara kepentingan partai politik dengan kepentingan masyarakat yang rencnanya meraup lebih banyak dalam pemetan suara. Dalm prosesnya pihak partai politik didukung oleh ketua umum partai politik melalui hegemoni kekuasaan yang dimilikinya. Sedangkan masyarakat setempat oleh kelompok-kelompok kritis dalam masyarakat Badung. Hegemoni yang dilakukan dengan wacana yang dibahas oleh partai politik setempat dan kelompok msyarakt yang mendukungnya dengan hegemoni tandingan berupa wacana pula. Dalam hal ini kekuatan partai politik yang dimiliki dalam pemilih politik dapay memenangkan dan meraup suara di Kabupaten Badung.

Kata kunci : konflik kepentingan, pemilih politik hegemoni dan wacan lingkar baying-bayang politik uang.


Keywords


konflik kepentingan, pemilih politik hegemoni dan wacan lingkar baying-bayang politik uang

Full Text:

PDF

References


Aspinall, E. (2014). When Brokers Betray: Clientelism, Social Networks, and Electoral Politics in Indonesia. Critical Asian Studies, 545-570.

Aspinall, E., & Berenschot , W. (2019). Democracy for Sale: Elections, Clientelism, and the State in Indonesia. Itacha: Cornell University Press.

Bone, H. A., & Ranney, A. (1981). Politics and Voters. USA: McGraw-Hill.Cage, J. (2020). The Price of Democracy: How Money Shapes Politics and What

To Do About It. Massachusetts: Harvard University Press.Kavanagh, D. (1983). Political Science and Political Behaviour. London: George Allen & Unwin.

Kitschelt, H., & Wilkinson, S. I. (2007). Patrons, Clients, and Policies: Patterns of Democratic Accountability and Political Competition. New York: Cambridge University Press.

KPU Provinsi Bali. (2020, Oktober 12). Hasil Pemilihan Gubernur Bali 2018. Diolah dari bali.kpu.go.id: https://bali.kpu.go.id/bankdata/kategori_bankdata/49 Kuo, D. (2020). Clientelism, Capitalism, and Democracy: The Rise of Programmatic Politics in the United States and Britain. Cambridge: Cambridge University Press.

Muhtadi, B. (2013). Politik Uang dan Dinamika Elektoral di Indonesia: Sebuah Kajian Awal Interaksi Antara "Party-ID" dan Patron-Klien. Jurnal Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, 41-57.

Muhtadi, B. (2019). Vote Buying in Indonesia: The Mechanics of Electoral Bribery. Singapore: Palgrave Macmillan.

Muhtadi, B. (2020). Kuasa Uang: Politik Uang Dalam Pemilu Pasca-Orde Baru.Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Mujani, S., Liddle, W., & Ambardi, K. (2019). Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia sejak Demokratisasi. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Kadek Dwita & Irhamna 15Stokes, S. C. (2005). Perverse Accountability: A Formal Model of Machine Politics with Evidence from Argentina. American Political Science Review, 315-325.

Stokes, S. C., Dunning, T., Nazareno , M., & Brusco, V. (2013). Brokers, Voter, and Clientelism: The Puzzle of Distributive Politics. New York: Cambridge

University Pres Rekam jejak dalam gelanggang politik nasional, lagi-lagi, menambalkan PDIP sebagai paling perkasa dalam survey persepsi publik. Mencanangkan hatrix kemenangan, PDIP memiliki elektabilitas 22,9 persen. Selain karena prestasi kader, terutama di eksekutif, kuatnya persepsi posititurut disumbang oleh figur Megawati Soekarno sebagai Ketua Umum (Ketum).

Bumi Aksara. Jakarta.

Budiarjo, Miriam. 2011 Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka, Jakarta.

Bali post hal 12, tgl 12-2-2023.

Kartono Kartini. 2011 Pendidikan Politik, Bandung penerbit CV Mandar Maju. Mochtar Buchori (M. Shirozi, 2005:30). Pendidikan Antisipatoris, Jakarta: Penerbit Kanisius.

Surbhakti, Ramlan. (1999) Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.47532/jic.v7i1.1036

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Cakrawarti Indexed By :

Jurnal Ilmiah Cakrawarti site and its metadata are licensed under CC BY-SA

 

View My Stats