Analisis Ruang Terbuka Hijau Dalam Perspektif Pembangunan Kota Berkelanjutan (Studi kasus Kawasan pusat Kota Denpasar, Bali)

I Made Agus Mahendra

Abstract


Ruang terbuka Hijau (RTH) memberikan ekspresi bagi wajah kawasan perkotaan. Posisi ruang terbuka hijau (RTH) adalah ruang terbuka publik yang direncanakan pada suatu kawasan atau lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan solusi alternatif dalam mengantisipasi krisis lingkungan di masa depan.Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan harus mengedepankan rasa keadilan dan keberlanjutan ekonomi lokal dengan meningkatkan keberadaan sektor informal sebagai jejaring sosial, serta pelestarian kawasan lama untuk menyediakan memori kolektif bagi masyarakat. Pembangunan kota berkelanjutan tidak terlepas dari peran ruang-ruang Kawasan terintegrasi dengan strategi pengelolaan penggunaan lahan dan lingkungan terpadu.Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran dan  menganalisis  RTH dalam perspektif pembangunan yang berkelanjutan di Kawasan kota Denpasar. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya Komposisi ideal RTH dari suatu kota menjadi poin yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. Perwujudan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya oleh pemerintah di kota Denpasar dapat dilihat dari implementasi ruang terbuka hijau Sebagai Sarana untuk mencerminkan identitas (citra) kota Denpasar,sebagai Sarana rekreasi aktif,edukasi dan rekreasi pasif, serta interaksi sosial.

Keywords


Ruang terbuka hijau; Kawasan perkotaan; pembangunan berkelanjutan; Denpasar

Full Text:

PDF

References


Fleischhauer,M., S. Greiving, dkk. Spatial Planning in the Focus of Hazard and Risk Assessment/Management in Europe. EURO-­‐RIOB Conference, Wroclaw, 19-­‐21 October 2005.

Gibson, Robert B., Donald. Alexander, dan Ray Tomalty. Putting Cities in Their Place. Ecosystem-­‐based Planning for Canadian Urban Regions in Eco-­‐ City Dimensions. Healthy Communities, Healthy Planets. Edited by Mark Roseland. New Society Publishers, British Columbia, 1997.

Haughton, Graham dan Hunter, Colin. Sustainable Cities. Jessica Kingsley Publisher, London, 1994.

Indonesia Decentralized Environmental & Natural Resources Management Project (IDEN) dan Urban and Regional Development Institute (URDI). Lampiran F, Bahan Lokakarya, Penguatan Aksi bagi Pembangunan Perkotaan secara Berkelanjutan di Indonesia, Laporan Akhir Tahap Persiapan., Desember 2004

Mukaryanti dkk. Keberlanjutan Fungsi Ekologis sebagai Basis Penataan Ruang Kota Berkelanjutan. P3TL-­‐BPPT, Jakarta, 2006.

Munasinghe, M., Sustainable Development Triangle, dalam ‘Sustainable Development’, diedit oleh Cleveland, C. J. (2007).

Mungkasa. Oswar. The Sustainable Cities. Makalah Ujian Mata Kuliah Urban and Regional Theory, GSPIA University of Pittsburgh, USA, 1997.

Setyabudi, Bambang. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai Kerangka dalam Perencanaan Tata Ruang Wilayah. Buletin Tata Ruang Edisi Mei-­‐Juni 2008, Badan Koordinasi Penataan Ruang (BKPRN).

Sutanta, Heri, Rajabifard, Abbas, dan Bishop Ian D. Integrating Spatial Planning and Disaster Risk Reduction at the Local Level in the Context of

UN Habitat. Planning Sustainable Cities. Global Report on Human Settlement 2009. Earthscan, USA, 2009

Wardhono, Fitri Indra. Pembangunan Kota Berkelanjutan. 2012.

Wheeler, Stephen M. dan Timothy Beartley ed. The Sustainable Urban Development Reader. New York, Routledge, 2004.

Zahrah, Wahyuni. Model People Centered Ecological City (Suatu Kajian tentang Masalah Sosial Budaya dan Perencanaan Kota dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan). Jurnal Wawasan, Volume 11 Nomor 2, Oktober 2005.

Ernawi, I. S. (2009). Penataan Ruang Perkotaan yang Berkelanjutan, Ber- daya Saing, dan Berotonomi, Dirjen Penataan Ruang Departemen PU, Jakarta.

Pohan, Max H. (2009). Penataan Ruang Perkotaan yang Berkelanjutan, Ber- daya Saing dan Berotonomi: Arah Kebijakan, Pelaksanaan, dan Perma- salahan, Deputi Bidang Pengem- bangan Regional dan Otonomi Dae- rah Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Jakarta.

Firman, T. (2009). Urbanization, Globali- zation and Decentralization in Indo- nesia: Implications for Governance and Spatial Development. School of Architecture, Planning, and Policy Development, Institute of Techno- logy, Bandung.

Wijaya, A. (2009). Penataan Ruang yang Ramah Lingkungan melalui Peren- canaan TOD (Transit Oriented Deve- lopment), Universitas Langlangbua- na, Bandung

Budihardjo Eko, Sujarto. 2005. “Kota Berkelanjutan”. Bandung: Penerbit P.T Alumni.

Sugandhi, Aca dan Hakim, Rustam. 2007. “Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan”. Jakarta: PT. Bumi aksara.

Mohammad Danisworo.1996. ”Arsitektur dan Perancangan Ruang Kota.” Makalah Seminar Nasional. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.Drying (pp.195-248). 2nd Ed. New York: Marcel Dekker. 1995.

Istadi, I. Development of A Hybrid Artificial Neural Network – Genetic Algorithm for Modelling and Optimization of Dielectric-Barrier Discharge Plasma Reactor. PhD Thesis. Universiti Teknologi Malaysia. 2006.

Primack, H.S. Method of Stabilizing Polyvalent Metal Solutions. US Patent No. 4,373,104. 1983.

Ward J, Peppard J. Strategic planning for Information Systems. Fourth Edition. West Susse: John Willey & Sons Ltd. 2007: 102-104.




DOI: https://doi.org/10.47532/jiv.v5i1.408

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Vastuwidya Indexed By :

Jurnal Ilmiah Vastuwidya site and its metadata are licensed under CC BY-SA

View My Stats