BRAND “JALAK PUTIH” PADA MEDIA SALES MARKETING PROMOSI PARIWISATA PEMERINTAH KEBUPATEN JEMBRARAN BALI

I Ketut Kasna

Abstract


Kabupaten jembrana salah satu daerah diprovinsi Bali yang terletak dibagian barat pulau Bali,  Jembrana merupakan dari Sembilan Kabupaten yang ada di Bali. Jembrana mempunyai keaneka ragaman sumber daya alam yang menjanjikan bagi kehidupan masyarakat jembrana.  Batasan wilayah dari Desa Pengeragoan sampai dengan Desa Gilimanuk dengan berbagai potensi alam untuk bisa dijadikan Destinasi wisata sebagai daya tarik wisata sehingga komoditi  pendapatan surplus terus meningkat. Jembrana secara signifikan berangsur-angsur bisa menyamai potensi pendapatan dikabupaten lain. Gagasan dan prakarsa Prof Winasa mantan Bupati Jembrana memprakarsai menciptakan Desa wisata dengan Destinasi wisata sebagai daya tarik wisata yaitu dengan brand Jalak Putih sebagai media promosi pariwisata. Dalam ilmu promosi cara yang digunakan pemerintah Kabupaten Jembrana adalah peran media social dengan menggunakan pengunggahan video di situs internet youtube tus resmi pariwisata Indonesia, adalah dengan penyebaran media cetak desain dan konten yang diterapkan pada media tersebut berbeda-beda tergantung dari Negara tujuan, seperti di jepang, Japan media yang berupa folder dan pamphlet menggunakan bahasa jepang. Berkaitan dengan branding, disini ilmu penelitian promosi peran media social di Bali  dalam bentuk folder dan pamphlet di buat oleh Pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kemudian menciptakan sebuah nation branding yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana  yaitu Jalak Putih dengan motto “Jembrana bahagia.” Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini  dengan analisis pendekatan semiotical, dan teori semiotical Barthes”s yang mendasar yang telah digunakan sebagai primary theory. Seiring denganpesatnya era digital promotional media social dengan menggunakan folder dan pamphlet, maka kemajuan pendapatan ekonomi di Indonesia khususnya pada Pemerintahan Kabupaten Jembrana mendapat dukungan dari suksesi sector teknologi Informasi. Data ASEAN and Comunication Index tahun 2018 sebelum Pandemi mengalami surplus yang signifikan dalam bidang pendapatan Tourism Destinasi Daya tarik pariwisata naik 21% dalam sector ekonomi tak terkecuali sector pariwisata pada media promosi.


Keywords


promosi media social, jalak putih brand

Full Text:

PDF

References


Alina Wheeler dan Rustam (2009:16) Brandstroms : Surabaya ; penerbit Erlangga

Allendorf FW, G Luikart, 2008 Conservation and the Genetiks of Population, Victoria (UK): Blackwell Publising.

Barthes, Roland. 2013, Mythologies, New York: Hill and Wang

Gobe, Mare, 2005 Emotional Branding. Surabaya: Penerbit Erlangga.

Shimp. T. 2010.p.2 Advertising, Promotion, & Other Aspects of Integreted Maketing Comunication. United States, Cengage Learning.

Royan.Frans 2004. P.7 “ Marketing Selebretis “ PT Elex Media Komuntindo , Jakarta

Hamad, Ibnu. 2007, Lebih Dekat dengan analisis Wacana. Mediator Vol.8 no 2.

Lindstorm, Martin. 2010. Brand Sense; Sensory Secret Behind The Stuff We BuY New York; Kogan Page Liminited.

Nedeu, Raymond A. 2007, Living Brands, New York; McGraw-Hill Companies.

Nickels, Liz. 2012. Branstorm. New York; Palgrave McMillan

Thohari M, 1987. Gejala inbranding dalam penangkaran atwa liar, media Konservasi 194); 1-10.

Noth, Winfried. 1990. Handbook of semiotic, Indiana University Press.

Pilang, Yasraf A . 2010. Semiotics dan Hipersemiotika; Gaya, Kode, dan matinya Makna,. Yogyakarta; Matahari.

Tinarbuko, Sumbo. 2008 semiotika komunikasi visual. Yogyakarta; Jalasutra.

Weaver, David B. 2010. Tourism Management. Milton, QLD. John Wiley & Sons Australia, Ltd.




DOI: https://doi.org/10.47532/jic.v5i1.386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Cakrawarti Indexed By :

Jurnal Ilmiah Cakrawarti site and its metadata are licensed under CC BY-SA

 

View My Stats